Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kasus Ravio, Mahfud: Pelajaran bagi Aparat untuk Menahan Diri

Indriyani Astuti
25/4/2020 18:21
Kasus Ravio, Mahfud: Pelajaran bagi Aparat untuk Menahan Diri
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD(Dok MI)

KASUS Ravio Patra bisa menjadi pembelajaran bagi aparat kepolisian untuk tidak mudah menangkap orang tanpa bukti yang kuat.

"Tentu kepada aparat, kita tentu akan menahan diri juga. Kalau tidak ada bukti yang kuat, ya, anggap saja sebagai kritik," kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD melalui video press conference di Jakarta, Sabtu (25/4).

Baca juga: Polisi Pulangkan Ravio Patra

Aktivis Ravio Patra sempat ditangkap karena dugaan menyebarkan pesan berisi hasutan dan ujaran kebencian. Akan tetapi, Ravio kemudian dibebaskan.

"Pemerintah juga sadar bahwa demokrasi itu meniscayakan kritik. Kritik itu tidak dibunuh. Tetapi di antara gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri ada orang yang memang mau merusak, tidak pernah mau membuat penilaian yang objektif," katanya.

Baca juga: Ravio Ditangkap saat Hendak Naik Mobil Pelat CD

Mahfud mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Indonesia dengan menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran termasuk bagi masyarakat untuk berhati-hati menjaga keamanan akun atau telepon selulernya.

"Kita sama-sama harus menjaga negara ini. Saya sama sekali tidak menyalahkan masyarakat sipil yang kemudian membela ramai-ramai Mas Ravio. Itu kita saling berhati-hati untuk aparat dan masyarakat sipil. Mari kerja sama untuk negara ini," katanya.

Sebelumnya, aktivis Ravio Patra diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (22/4) malam, lantaran diduga menyebarkan pesan berisi hasutan dan ujaran kebencian.

Akan tetapi, Ravio pada Rabu (22/4) siang telah melaporkan kepada SAFEnet kalau ada pihak yang meretas akun aplikasi pesan instan WhatsApp miliknya. "You've registered your number on another phone," ujar pesan yang muncul setelah Ravio mengaktifkan aplikasi WA.
 
Akun Ravio ternyata diretas oleh pihak yang tidak diketahui identitasnya itu. Ravio mengumumkan secara terbuka melalui akun @raviopatra di Twitter bahwa WhatsApp miliknya diretas dan dikendalikan oleh orang lain.

Ia meminta agar tidak ada yang mengontak WA-nya, tidak menanggapi pesan yang datang dari nomornya dan meminta agar akunnya dikeluarkan dari berbagai WhatsApp Group. (Ant/X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya