Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAJARAN mahal yang dapat dipetik dari berkembangnya pandemi virus korona di Tiongkok, yang masih berlangsung sejak Desember lalu, ialah bahwa rumah sakit khusus penyakit infeksi menular harus dibangun di negeri ini.
Benar bahwa Indonesia telah memiliki rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi. Sebut saja Rumah Sakit Sulianti Saroso (RSPI) di Jakarta dan RS Kariadi di Semarang, Jawa Tengah.
Akan tetapi, di kedua RS itu, bangsal antara pasien infeksi dan pasien lainnya dalam rumah sakit yang sama, tidak dipisahkan secara khusus. Belajar dari kasus pandemi korona di Tiongkok, penggabungan bangsal semacam itu dapat berakibat fatal. Penularan berskala masif dan berantai pun bisa tidak terhindarkan.
Karena itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan secara khusus rumah sakit tersebut.
Sebuah rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD pun digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.
Selain Mahfud dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, hadir dalam rakor Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen Bambang DH, Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara Irjen Lotharia Latif, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Eko Subowo, dan tenaga ahli Kantor Staf Presiden Sigit Pamungkas.
Meskipun keputusan terkait lokasi rumah sakit belum dirilis ke publik, dalam rapat sempat dibahas opsi mengenai 100 pulau potensial.
Menurut Mahfud MD, mengacu pada masukan rapat, lokasi RS itu sebaiknya berdekatan dengan pangkalan udara untuk memudahkan apabila diperlukan prosedur evakuasi.
"Ada kriteria mengemuka harus dekat pangkalan udara, banyak yang berpendapat tidak perlu didirikan di pulau tersendiri, tetapi pulau berpenduduk dan nanti didesain sesuai standar," ujar Mahfud seusai rakor. Mahfud MD menegaskan bahwa rencana pembangunan itu masih pada tahap pembahasan.
Berbagai aspek
Dalam kesempatan yang sama, Menkes Terawan menjelaskan sejumlah aspek harus ditinjau sebelum mendirikan rumah sakit khusus penyakit infeksi menular itu. Aspek geologis, politik, ekonomi, serta pertahahan dan keamanan pun harus diindahkan.
Menkes lebih jauh menuturkan rencana itu masih pada tahap awal, yakni bahwa Menko Polhukam Mahfud MD mendengarkan masukan dari berbagai instansi. "Rapat hari ini brandstroming, mendata yang terbaik untuk ke depan. Semua aspek ditinjau," ujar Menkes, kemarin.
Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani membenarkan bahwa rakor itu masih bersifat curah pendapat.

Sumber: Kementerian Kesehatan/gisanddata.maps.arcgis.com/Tim MI
Pemerintah, menurut dia, tidak ingin gegabah dengan merealisasi kebijakan secara terburu-buru. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum keputusan itu benar-benar ditetapkan.
Satu hal yang pasti, menurut Deputi II Bidang Pembangunan Manusia KSP Abetnego Tarigan, pemerintah tidak akan menjadikan kawasan pusat penanganan penyakit menular sebagai tempat isolasi. (Pra/X-6)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan evaluasi terhadap Rumah Sakit (RS) wahana internship setelah tiga dokter muda yang berstatus magang meninggal dunia
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved