Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR Willy Aditya mengatakan dugaan penyalahgunaan dana PT Asabri harus diusut tuntas. Tidak boleh ada keraguan dan penundaan pengusutan kasus yang diduga merugikan negara hingga mencapai Rp10 triliun tersebut.
“Karena ini menyangkut hajat hidup para prajurit kita. Mereka adalah penjaga pertahanan dan kedaulatan negara kita. Jadi harus dibuka tuntas kasus ini," ujar Willy, ketika dihubungi, Rabu (15/1).
Willy mendorong Menteri BUMN dan Menteri Keuangan untuk mendalami dugaan kasus tersebut. Dengan begitu, berbagai masalah yang ada di PT Asabri dapat diketahui dan diselesaikan dengan terbuka.
"Dugaan yang pertama kali disampaikan Menkopolhukam ini, sebagaimana kasus Jiwasraya, harus diusut tuntas," ujar Willy.
Baca juga: Dorong Pansus, Fraksi NasDem Respons Cepat Kasus Jiwasraya
Upaya menyelamatkan dan menyembuhkan PT Asabri dinilai sangat penting. Tidak hanya demi menyelamatkan negara dari potensi kerugian, tetapi juga menyelamatkan hak anggota TNI.
"Karena ini salah satu BUMN asuransi yang menaungi hajat hidup para anggota TNI ini, dan membersihkan unsur-unsur kotor di tubuh Asabri harus dilakukan," ujar Willy.
Sementara itu, anggota Komisi I Junico Siahaan mengatakan Komisi I belum membahas mengenai dugaan korupsi Asabri. Termasuk untuk usulan Pansus.
"Harus ada penjelasan langsung pada kami di komisi baru bisa diputuskan untuk usulan pansus," ujar Junico.
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan mencium adanya tindak pidana korupsi di perusahaan asuransi milik negara, PT Asabri Persero. Korupsi tersebut diduga mencapai angka Rp10 triliun. (OL-2)
Asabri berhasil mendapatkan Peringkat Ke-2 BUMN dengan Kategori Volume Belanja Terbesar ke Seller Rekomendasi pada ajang PaDi Business Forum & Showcase 2025.
PT Asabri (Persero) bergerak cepat dalam mendampingi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra dengan mengirimkan bantuan untuk warga yang terdampak.
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, PT Asabri (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan seluruh peserta secara berkelanjutan.
Partisipasi Asabri dalam program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Empat novum yang diajukan itu di antaranya laporan keuangan, risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mutasi rekening bank, serta dokumen pembagian dividen.
PT Asabri (Persero), mendukung realisasi visi Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved