Rabu 18 Desember 2019, 15:00 WIB

Demokrat tidak Terima SBY Dibawa-bawa Dalam Kasus Jiwasraya

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Demokrat tidak Terima SBY Dibawa-bawa Dalam Kasus Jiwasraya

Antara
Jiwasraya

 

PARTAI Demokrat tidak menerima Ketua Umum mereka Susilo Bambang Yudhoyono dibawa-bawa dalam masalah gagal bayar yang menimpa BUMN Asuransi Jiwasraya.

"Jika ada masalah dan jadi perhatian publik selalu diseret mundur ke belakang. Seakan-akan mau cuci tangan. Masa @SBYudhoyono semua busuk, masa inilah yang paling benar. Soal Jiwasraya dimasa ini kerusakannya juga tambah parah kok. Ayok kita benahi, bukan malah mantan Direktur jadi staf ahli," kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon melalui akun twitternya @jansen_jsp, Rabu (18/12).

Soal Mantan Direktur yang menjadi Staf Ahli juga disorot politisi demokrat lain yakni Andi Arief. LJika benar Hary Prasetyo yang diangkat Pak Jokowi menjadi staf ahli utama Kantor staf Presiden sama dengan Hary Prasetyo mantan Dirkeu Jiwasraya yang diguga salah satu aktor bermasalah jiwasraya gagal bayar, lalu apa yang bisa ditafsirkan?" cuit Andi melalui akun twitternya @AndiArief__

Sebelumnya Presiden Jokowi menyebutkan, masalah di Jiwasraya ini terjadi sejak 10 tahun lalu, atau sejak era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam 3 tahun belakangan kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Balikpapan, Rabu (18/12).

Jokowi menegaskan, kasus gagal bayar Jiwasraya ini adalah masalah yang berat. Namun, ia meyakini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan mampu mengatasinya.

"Ini bukan masalah yang ringan tapi setelah saya perhatikan, Pak Menteri BUMN (Erick Thohir), kemarin kita sudah rapat Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, yang jelas gambaran solusinya sudah ada," kata Jokowi. (OL-11)

Demokrat tidak Terima SBY Dibawa-bawa Dalam Kasus Jiwasraya

Partai Demokrat tidak menerima Ketua Umum mereka Susilo Bambang Yudhoyono dibawa-bawa dalam masalah gagal bayar yang menimpa BUMN Asuransi Jiwasraya.

"Jika ada masalah dan jadi perhatian publik selalu diseret mundur ke belakang. Seakan-akan mau cuci tangan. Masa @SBYudhoyono semua busuk, masa inilah yang paling benar. Soal Jiwasraya dimasa ini kerusakannya juga tambah parah kok. Ayok kita benahi, bukan malah mantan Direktur jadi staf ahli," kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon melalui akun twitternya @jansen_jsp, Rabu (18/12).

Soal Mantan Direktur yang menjadi Staf Ahli juga disorot politisi demokrat lain yakni Andi Arief. LJika benar Hary Prasetyo yang diangkat Pak Jokowi menjadi staf ahli utama Kantor staf Presiden sama dengan Hary Prasetyo mantan Dirkeu Jiwasraya yang diguga salah satu aktor bermasalah jiwasraya gagal bayar, lalu apa yang bisa ditafsirkan?" cuit Andi melalui akun twitternya @AndiArief__

Sebelumnya Presiden Jokowi menyebutkan, masalah di Jiwasraya ini terjadi sejak 10 tahun lalu, atau sejak era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam 3 tahun belakangan kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Balikpapan, Rabu (18/12).

Jokowi menegaskan, kasus gagal bayar Jiwasraya ini adalah masalah yang berat. Namun, ia meyakini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan mampu mengatasinya.

"Ini bukan masalah yang ringan tapi setelah saya perhatikan, Pak Menteri BUMN (Erick Thohir), kemarin kita sudah rapat Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, yang jelas gambaran solusinya sudah ada," kata Jokowi. (OL-11)

Baca Juga

Dok MI

Polri Tangkap Terduga Teroris Hendak Gabung ke ISIS

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Januari 2021, 21:30 WIB
"MY, SJ alias AF dan RA merupakan DPO Densus 88 terkait rencana hijrah untuk bergabung dengan ISIS di Suriah dan Afghanistan,"...
dok.mi

Apjati Harapkan Kapolri Listyo SP Prioritaskan Berantas TPPO PMI

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 21:05 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diharapkan Apjati membei perhatian lebih terhadap pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia...
Dok. Pribadi

Polri Tegaskan akan Tindak Tegas Pelaku Ujaran Kebencian dan SARA

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:49 WIB
Hari ini pihaknya sudah menahan politikus Hanura Ambroncius Nababan yang menjadi tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA terhadap mantan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya