Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA BNPT Suhardi Alius menyebut orang yang melakukan aksi terorisme seperti meledakkan bom di suatu tempat umum tertentu itu disebabkan keinginannya untuk hijrah ke Suriah tak terpenuhi. BNPT juga dalam hal ini sudah bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Suhardi mengatakan banyak WNI yang ingin pergi ke Suriah untuk hijrah atau berjihad. Namun, karena banyak yang tertangkap di perbatasan antara Irak dan Suriah, khususnya Turki, mereka dikembalikan ke Indonesia.
"Niatnya belum tercapai untuk hijrah di negara tujuan sehingga mereka yang masih terpapar radikalisme akan melakukan aksi di Indonesia," kata Suhardi saat pemaparan.
"Pelaksanaan tugas BNPT, mengingat BNPT bukan lembaga penegak hukum sehingga deputi penindakan dalam bidang kemampuan dapat melaksanakan tugasnya kepada intelijen untuk membantu Densus 88 Antiteror Polri," imbuhnya.
Suhardi juga melaporkan kegiatan kerja BNPT dalam pencegahan terorisme. Dia menyebut BNPT memiliki program intelijen untuk melakukan pengawasan di media sosial.
Dia juga memberi contoh kasus penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto yang pelakunya terpapar paham yang salah dari media sosial.
"Dengan masih marak terorisme kali ini, serta masifnya paham daulah khilafah ISIS di dunia maya, BNPT khususnya bidang penindakan lakukan upaya preemptive, mitigasi, melakukan kegiatan intelijen dengan bentuk satuan tugas melakukan patroli penggalangan jaringan. Sebagai contoh, peristiwa penusukan Bapak Wiranto, yang ditusuk oleh Syahril Alamsyah alias Abu Rara," jelasnya.

MI/Grandyos Zafna
Sebanyak 29 TKW dari Suriah berhasil dipulangkan oleh Kedutaan Besar Indonesia Suriah Damaskus dan Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia.
Ubah radikalisme
Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding mengusulkan kepada Suhardi untuk mengubah diksi radikalisme menjadi istilah lain.
Dia meminta kata 'radikalisme' diganti dengan violent extremism atau kekerasan ekstrem.
Menurut Sarifuddin, kata 'radikalisme' itu tanpa sengaja langsung menyudutkan agama tertentu.
"Saya sebenarnya enggak setuju sama diksi 'radikalisasi'. Diksi ini muncul di masa Orde Baru yang berkaitan mengarah ke kiri, tapi setelah Orde Baru ini sehingga sudah ke kanan. Di beberapa kejadian juga dilakukan oleh nonmuslim. Di Selandia Baru dan lain-lain itu kan kekerasan. Apakah kita enggak bisa gunakan diksi 'ekstremis' atau 'kekerasan'?" kata Sudding yang juga mantan Sekjen Partai Hanura itu.
Anggota DPR Komisi III Fraksi Gerindra Rahmat Muhajirin juga meminta Suhardi agar kata 'radikal' itu tak dipakai. Sebab, menurut Rahmat, bahasa itu langsung menyasar ke kelompok agama tertentu.
"Mohon dibatasi, Pak, enggak semua lembaga bicara radikal karena saya khawatir kadang bahasa radikal menyasar kelompok tertentu," ujar Rahmat.
Ichsan Soelistio, anggota Komisi III dari F-PDIP, menambahkan, "Mohon maaf, Pak, kinerja Bapak bagus dan tercapai. Akan tetapi, berdasarkan analisis dari Center of Budget Analysis, sebagian besar anggaran lembaga yang menangani terorisme, termasuk BNPT, habis untuk anggaran yang nonproduktif." (P-1)
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
KEMENTERIAN Luar Negeri atau Kemlu RI mulai melaksanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran secara bertahap menyusul eskalasi ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Setelah hampir dua bulan dalam penyanderaan, empat Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik perompak di perairan Gabon akhirnya dibebaskan.
PULUHAN WNI yang mengikuti tur ziarah dilaporkan tertahan di Amman, Yordania, akibat penutupan ruang udara di kawasan tersebut, minta evakuasi pembatalan penerbangan
AMERIKA Serikat dan Israel menyerang Iran, negara di Timur Tengah. Turki yang berbatasan langsung dengan timur tengah mendorong diplomasi, WNI diminta waspada
Eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat semakin meluas dan berdampak pada sejumlah negara Teluk.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, menyatakan kesiapan untuk dievakuasi menyusul memanasnya konflik Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved