Selasa 15 Oktober 2019, 09:30 WIB

Densus 88 Dalami Terduga Teroris Pembuat Group Telegram

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Densus 88 Dalami Terduga Teroris Pembuat Group Telegram

MI/Susanto
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan tersangka teroris berinisial R alias Putra menjadi inisiator pembentuk grup sosial media Telegram.

"R alias Putra menjadi mastermind kelompok jaringan media sosial Telegram," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10)

Dedi menjelaskan, R alias Putra ditangkap di Muara Bungo, Jambi, pada Jumat, (10/10). Dalam pergerakannya, R memiliki keterlibatan dengan pemimpin  Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi Abu Zee dan kelompok Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah.

Menurut Dedi, pembentukan jaringan teroris di media sosial Telegram, memiliki sistem berbeda dengan jaringan lainnya. Mereka bekerja secara independen, spontan dan tak terstruktur.

"Intensitas di media sosial terstruktur sistematis tetapi tidak terstruktur di lapangan. Dia tidak menyebutkan secara detail siapa yang menjadi sasaran, waktu dan tempat tidak disampaikan," paparnya.

Oleh karena itu, ketika akan melakukan amaliyah tentunya mereka memberitahu anggota lainnya di grup Telegram tersebut. Sehingga diketahui mereka tak memerlukan rencana yang pasti untuk melaksanakan aksi.

"Dia cukup mendeclare akan melakukan amaliyah, mohon doanya, langsung dilakukan," lanjutnya.

Begitu juga kelompok itu melakukan aksi sesuai kemampuan masing-masing. Kata Dedi, jika memiliki kemampuan menggunakan senjata tajam, akan membunuh dengan cara tersebut.

"Bergerak melakukan amaliyah dengan kemampuan masing-masing, kalau kemampuan membuat bom ya contohnya suiced bomber," terangnya

Sebelumnya, Dedi juga mengatakan pihaknya mengungkapkan hasil penyelidikan diketahui jaringan terorisme mengunakan grup media sosial telegram untuk melakukan pendekatan komunikasi dan informasi dengan sesama anggota antar wilayah.

"Mereka melakukan amaliyah, kelompok ini tidak terstruktur dilapangan tetapi terstruktur sistematis dan intens di medsos," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/10).

Dedi menjelaskan, kelompok ini melakukan amaliyah secara independen sesuai kemampuan masing-masing anggota.

"Bebas. Tidak harus melakukan amaliyah di tempat, bisa melakukan amaliyah di Papua, memberikan info di Telegram, saya akan melakukan amaliyah di Papua mennggunakan senjata tajam," sebutnya

Dedi menambahkan, pemberitahuan mengenai rencana aksi juga diberitahukan di media sosial kelompok tersebut. Sehingga dipastikan kelompok itu aktif menggunakan media sosial.

"Apa pun yang mereka akan lakukan, sebagai contoh misalnya, akan melakukan amaliyah, dia selalu akan menyampaikan, mengkomunikasikan, di struktur medsos dia," pungkasnya.

Diketahui Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap sedikitnya 22 tersangka teroris di sejumlah daerah dalam kurun 10-14 Oktober 2019. Penangkapan dilakukan menyusul terjadinya insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). (OL-09)

Baca Juga

Dok. Bio Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Jokowi Ajak Anak Muda Ikut Pecahkan Persoalan Bangsa

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 29 November 2020, 20:30 WIB
Jokowi menilai modal kecepatan, kreatifitas, dan inovasi tersebut dimiliki kader-kader PSI yang banyak diisi kelompok...
dok.mi

KPK: Informasi Terkait OTT Menteri KKP akan Ditindaklanjuti

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 November 2020, 20:13 WIB
SEMUA data dan informasi yang kami miliki pasti akan dikonfirmasi dan digali lebih lanjut pada saksi-saksi yang akan dipanggil terkait...
Antara/Dhemas Reviyanto

Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas ke Pelaku Teror d Sigi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 November 2020, 19:47 WIB
"Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu pelaku melalui Satgas Operasi Tinombala yang melakukan kekejian dan kebengisan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya