Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyisakan 20 kandidat dari beragam profesi. Selanjutnya, setiap capim akan menempuh test profile assessment yang dibagi berdasarkan profesi para capim di antaranya dosen, PNS, Polri, Kejaksaan, LHKPN, dan dari internal KPK.
Salah satu kandidat pimpinan KPK yang mencuat ke publik dari institusi Polri yakni Wakabreskrim Irjen Pol Antam Novambar menyampaikan dalam tes wawancara, dia mengaku berulang kali dicecar pertanyaan sensitif terkait posisi Polri yang sering menjadi polemik publik. Salah satunya soal netralitas tatkala melakoni tugas sebagai pemberantas korupsi.
Menjawab hal itu, ia menyatakan tak akan tersandung konflik kepentingan bahkan saat harus menindak koleganya yang berasal dari Polri apabila memang terbukti bersalah.
Ia pun menyitir sebuah pepatah, “Saya orang Sunda. Ada pepatah, 'memancing ikannya dapat, airnya enggak keruh," ungkapnya, di Jakarta, Kamis (29/8) malam.
Maksud Irjen Antam yakni, dalam proses penegakan hukum ia akan tegas menindak siapa saja tetapi menolak untuk membikin kegaduhan publik. Ia tidak ingin proses penegakan hukum di KPK seperti festival yang dipertontonkan hingga rentan menjadi bola liar serta keluar dari substansi kasus yang justru malah memperkeruh masalah.
“Kita tetapkan, tegakkan hukum tanpa bikin kegaduhan. Kalau pejabat ya tangkap, enggak usah di koran-koran," kata dia.
Dia mengaku pertanyaan serupa kembali diulang Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih. "Saya kembali tegaskan 'Hajar!', kalau ada senior atau anggota Polri lainnya yang dijerat KPK,” pungkas Antam.
Baca juga: Revisi UU agar Legislasi Bisa Dilanjutkan DPR Periode Berikutnya
Uchok Sky Khadafi, dari LSM Fitra, menyampaikan formasi pimpinan KPK yang baru nantinya bakal berhadapan dengan tugas berat. Salah satunya ialah mengawal proses belanja barang dan jasa pemerintah saat pemindahan Ibu kota yang melibatkan spektrum kepentingan yang besar.
Menurut dia, 20 capim KPK yang tersisa hendaknya fokus mengawasi APBN dan APBD, baik infrastruktur maupun pengadaan barang/jasa pemerintah.
“Harus concern dan menindak tegas seluruh oknum yang menyalahgunakan anggaran negara dan daerah. Harus lebih berani lagi dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dari berbagai pihak tanpa memandang bulu. Ini penting untuk menjaga kas negara tepat sasaran,” ungkap Uchok di Jakarta, Kamis.
Seiring dengan agenda persiapan ibu kota negara baru, tentu pembenahan infrastruktur dan pengadaan barang jasa di pemerintahan akan menguras anggaran sangat besar.
"Oleh sebab itu, ke depannya diperlukan pimpinan KPK yang tegas dan berkomitmen untuk mengawal uang negara," ujar Ucok. (RO/OL-1)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai lebih dari Rp5 miliar dalam penggeledahan yang dilakukan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (13/2).
Wamendagri Bima Arya menyebut 500 kepala daerah terjerat korupsi sejak 2005 dan mendorong evaluasi pilkada serta digitalisasi untuk menekan praktik korupsi.
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
KPK akan memanggil satu saksi persidangan kasus dugaan pemerasan penerbitan sertifikat K3, oleh mantan Menaker Immanuel Ebenezer Noel termasuk mengonfirmasi dugaan aliran dana ke Ida Fauziyah
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami laporan masyarakat terkait dugaan gratifikasi dalam penanganan perkara tenaga kerja asing asal Singapura berinisial TCL yang dinilai janggal.
KPK mendalami jabatan Mulyono sebagai komisaris di 12 perusahaan terkait kasus suap restitusi pajak dan dugaan benturan kepentingan.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved