Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PAHAM radikalisme tumbuh subur di masyarakat karena tidak sedikit orang yang baru belajar agama tidak mampu menafsirkan ilmu itu dengan baik, serta mudah marah kepada mereka yang sudah toleran terhadap keberagaman.
Hal itu dikemukakan Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD di Jakarta, Jumat (16/8). "Padahal ini yang dihadapi orang-orang yang sudah lebih 50 tahun belajar agama yang disalah-salahkan, dikafir-kafirkan," kata dia.
Menurutnya, guna menghadapi penyebaran paham tersebut Gerakan Suluh Kebangsaan telah menyiapkan skenario melalui diskusi terpumpun. Skenario itu diharapkan dapat mengimbangi paham radikal yang menyebar di masyarakat.
Baca juga : Mahfud Ungkap Banyak Radikalis Arab Saudi Lari ke Indonesia
Ia menerangkan, nantinya akan digelar grup diskusi terfokus (FGD) yang melibatkan belasan pakar atau ahli di bidang masing-masing. Seluruh pakar itu akan membuat rencana skenario dalam menghadapi radikalisme.
Radikalisme diakui Mahfud merupakan gerakan yang berupaya mengganti ideologi dan sistem yang sudah mapan dengan cara-cara tidak demokratis. Pihaknya pun menentang perubahan yang menggunakan langkah tersebut.
"Kita sadar perubahan itu harus dilakukan. Tapi perubahan kita adalah perubahan gradual. Sistem sudah mantap diperbaiki, berdasar sistem itu, yaitu sistem negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila," pungkasnya. (Gol)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved