Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengimbau mahasiswa untuk mewaspadai serangan terhadap pola pikir yang bertujuan merubah ideologi Pancasila. Imbauan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum kepada 8.615 mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) di halaman gedung Dr. Prakosa, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (13/8).
"Di era global selain fisik yang harus diwaspadai adalah serangan mindset yang hendak merubah ideologi Pancasila. Metode ini dengan infiltrasi dalam bidang intelejen, agama, sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya," tegasnya.
Serangan terhadap pola pikir itu sangat berbahaya. Sudah banyak negara yang hancur dibuatnya. Seperti Yugoslavia, Uni Soviet, dan beberapa negara di Timur Tengah.
"Kalau Pancasila sebagai perekat dihancurkan, hancur kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga Pancasila yang merupakan rahmat untuk Indonesia," kata Ryamizard.
Ryamizard berpesan, mahasiswa sebagai generasi masa depan selain menguasai ilmu pengetahuan juga harus memiliki mental dan kepribadian yang kokoh untuk berjuang demi kemajuan bangsa. Mahasiswa juga harus senantiasa menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan.
baca juga: Mahfud: Harus Ada Kesepakatan Bersama Sebelum Amandemen
Jumlah penduduk Indonesia yang menempati urutan keempat terbesar di dunia merupakan modal dasyat dan perlu dijaga persatuan dan kesatuannya. Kalau 200 juta saja warga negara melakukan aksi bela negara, tidak akan ada satu negara pun yang berani mengutik-utik Indonesia.
"Ini harus diperhatikan. Peperangan bukan hanya urusan tentara, melainkan seluruh bangsa. Apapun ancamannya, maka jawabannya adalah pertahanan semesta," tegas Menhan. (OL-3)
Simak penjelasan lengkap mengenai macam-macam ideologi di dunia, mulai dari Liberalisme, Komunisme, hingga Pancasila, serta karakteristik utamanya.
Pengalaman menjadi korban perundungan dapat menimbulkan rasa dendam, penolakan sosial, dan kehilangan makna diri, yang dapat membuat remaja lebih rentan terhadap pengaruh ideologi ekstrem.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Dalam konteks geopolitik modern, konsep proxy war atau perang perwakilan memiliki peran penting dalam memahami dinamika kekuatan global
Semua komponen bangsa harus bahu membahu menciptakan rasa aman sebagaimana arahan Presiden RI.
Dengan politik jalan tengah itu, Bivitri mengatakan program-program yang ditawarkan partai politik sekadar gimik belaka, bukan program yang berkarakter ideologi kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved