Senin 12 Agustus 2019, 23:58 WIB

Tak Ada Urgensi Jadikan Pimpinan MPR 10 Orang

Melalusa Sushtira Khalida | Politik dan Hukum
Tak Ada Urgensi Jadikan Pimpinan MPR 10 Orang

MI/Pius Erlangga
Peneliti CSIS Arya Fernandes

 

PENELITI dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes melihat tidak ada urgensi pimpinan MPR ditambah menjadi 10 orang sebagaimana diusulkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN).

"Saya tidak melihat ada urgensi yang mendesak ada penambahan jumlah pimpinan MPR itu. Kerja-kerja MPR kan sebenarnya cuma itu saja, melantik presiden dan wakil presiden, melakukan amandemen," ujar Arya saat dihubungi Media Indonesia, Senin (12/8).

Arya menilai jumlah pimpinan MPR yang terlalu banyak tidak sebanding dengan tugas-tugas yang diemban oleh MPR. Dari sisi jumlah, lanjut Arya, komposisi paket pimpinan MPR sekarang pun juga sudah cukup.

"Ruang lingkup kerjanya juga terbatas, seperti yang diamanatkan oleh UU, dan dari sisi jumlah pimpinan sekarang itu sebenarnya sudah cukup " terang Arya.

Arya menuturkan apabila pimpinan MPR ditambah menjadi 10 orang, akan berdampak pada tidak efisiennya alokasi anggaran. Ia pun menilai diusulkannya penambahan pimpinan MPR menjadi 10 orang, adalah bentuk bagi-bagi kekuasaan yang berlebihan.

Baca juga : Wacana Pimpinan MPR 10 Orang Dinilai Tak Masuk Akal

"Itu bentuk cara partai-partai untuk mengincar posisi di pimpinan. Saya kira itu bentuk power sharing yang berlebihan apalagi dengan menambah jumlah pimpinan MPR," terang Arya.

Arya juga menuding, wacana tersebut dilontarkan oleh partai politik yang khawatir tidak mendapat kursi pimpinan MPR pascapertemuan kembali Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya kira itu diusulkan oleh partai-partai yang mungkin karena adanya perubahan konstelasi politik oleh partai-partai yang punya potensi kehilangan kesempatan untuk jadi pimpinan MPR," tutup Arya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Pertaonan mengusulkan agar paket pimpinan MPR ditambah menjadi 10, yang terdiri dari 9 orang mewakili fraksi parpol dan 1 lainnya mewakili DPD.

"Semua fraksi dan kelompok DPD diharapkan terwakili dalam pimpinan itu. Dengan demikian, tidak ada yang perlu diperebutkan dan diributkan. Tinggal menambah jumlah pimpinan saja," terang Saleh kepada wartawan, Minggu (11/8). (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Tujuh Petinggi Sekuritas Diperiksa Terkait Asabri

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 06:25 WIB
Jaksa Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa tujuh petinggi perusahaan sekuritas sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait PT...
MI/Susanto

Uang Suap Benur Mengalir ke Perusahaan Edhy Prabowo

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 26 Februari 2021, 05:55 WIB
KPK memanggil karyawan swasta Ikhwan Amiruddin Kamis (25/2/2021) terkait aliran uang suap di beberapa...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Kasus Suap Perizinan di Kota Cimahi, KPK Selisik Empat Saksi

👤Cindy Ang 🕔Jumat 26 Februari 2021, 05:37 WIB
KPK memanggil Kepala Bidang Cipta Karya Pemerintahan Kota Cimahi, Deni. Dia dipanggil untuk mendalami kasus dugaan suap perizinan di Kota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya