Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Agum Minta Semua Komponen Bangsa Kawal Pemerintahan Terpilih

Golda Eksa
29/7/2019 14:15
Agum Minta Semua Komponen Bangsa Kawal Pemerintahan Terpilih
Agum Gumelar(MI/ROMMY PUJIANTO)

KETUA Umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Polri (Pepabri) Jenderal (Purn) Agum Gumelar mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk mengawal pemerintahan terpilih, masa bhakti 2019-2024.

Penegasan itu disampaikan Agum di sela-sela acara Silaturahmi Menteri Pertahanan RI dan Purnawirawan TNI, di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (29/7).

Hadir pula Menhan Ryamizard Ryacudu, Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, Ketua Umum PPAL Laksamana (Purn) Ade Supandi, Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Letjen (Purn) Rais Abin, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso, perwakilan PPAU, dan ratusan purnawirawan TNI.

Jika dikaitkan dengan perjalanan bangsa dan perjuangan merebut kemerdekaan, sambung dia, sejatinya semua pihak dapat berjiwa besar untuk menerima realitas politik pemerintahan baru hasil demokrasi.

Baca juga: Prabowo Jangan Cuma Kejar Kekuasaan

Purnawirawan pun perlu bersama-sama mengawal perjalanan bangsa, serta dengan teguh memegang Sumpah Prajurit dan Sapta Marga.

"Mengawal itu dalam arti kita memberikan dukungan, tapi juga dalam arti menjadi oposisi itu pun mengawal. Karena satu pemerintahan tanpa oposisi saya rasa sangat bisa mengarah pada suatu pemerintahan yang tidak terkendali," kata dia.

Selain mengawal pemerintahan terpilih, sambung dia, tugas berat seluruh komponen ialah menjaga bangsa dan negara dari pelbagai ancaman dan gerakan yang ingin mengganti NKRI dan Pancasila.

"Ancaman itu kita kenal dengan istilah ekstrem atau radikal. Ancaman itu ada dua, yaitu paham komunisme dan paham radikal agama yang ingin mendirikan negara khilafah. Inilah ancaman ke depan yang harus kita antisipasi," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya