Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

192 Capim KPK Lolos Seleksi Tahap Pertama dinilai Berkualitas

Golda Eksa
11/7/2019 20:11
192 Capim KPK Lolos Seleksi Tahap Pertama dinilai Berkualitas
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman(Antara/Rivan Awal Lingga)

KOORDINATOR Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, menilai 192 dari 376 pendaftar yang lulus seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahap pertama, berkualitas.

Mereka dengan label berbagai profesi layak untuk mengomandoi lembaga antirasywah tersebut.

"Berdasarkan nama-nama yang dirilis itu, sudah ada gambaran bahwa mereka memang layak menjadi pimpinan KPK. Kenapa? Karena dari pendaftaran awal seolah ramai, seperti orang pencari kerja. Ternyata hasil seleksi tahap satu ini cukup gegap gempita," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, Kamis (11/7).

Setelah mengeliminasi ratusan nama, sambung dia, Panitia Seleksi Capim KPK juga perlu memikirkan rencana ke depan. Misalnya, memilih kandidat yang memang lebih menonjolkan fungsi pencegahan dan menyelamatkan uang negara.

Baca juga : 192 Orang Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK

"Jadi bukan sekedar menggelar operasi tangkap tangan (OTT) saja yang ditonjolkan. Contoh, calon berlatar penegak hukum yang bisanya cuma nangkapin orang, ya enggak ada gunanya dia menjadi pimpinan."

Menurut dia, figur pimpinan yang dibutuhkan ialah mereka yang menguasai manajerial, serta mampu menggerakkan lembaganya agar tetap berprestasi dalam hal pencegahan. Mengenai sasaran operasi senyap, sambung dia, sebaiknya tetap diserahkan kepada penyidik.

"Barlah penegakan hukum yang penindakan, OTT dan segala macam serahkan saja ke penyidik. Kalau mau nangkap satu hari 100 orang bisa saja. Tapi pimpinan bukan itu yang dibutuhkan. Pimpinan itu manajemen," kata dia.

KPK memiliki tugas pada fungsi penyidikan dan penuntutan. Ia berharap dari 5 pimpinan yang nantinya terpilih sebaiknya ada yang berlatar polisi dan jaksa.

Pimpinan berlatar polisi dan jaksa juga wajib membersihkan rekan seprofesinya yang terlibat praktik lancung.

"Namun polisi dan jaksa itu tetap yang punya integritas tinggi. Nah, kalau pimpinan itu orang manajemen semua, ya bisa dikadali anak buah. Atau bisa juga terlalu takut untuk menindak," tandasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik