Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SENYUM merekah bercampur rasa haru terpancar dari wajah perempuan paruh baya bernama Frida Bila, 44, saat melihat rumah barunya yang berada persis di sebelah Masjid Al-Hidayah Eban, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rumah tersebut pemberian dari program bedah rumah yang dilakukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Sektor Barat, Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara.
“Kami ucapkan puji syukur Alhamdulillah dan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 74/GN, karena keberadaannya banyak memberi manfaat dengan programnya selama ini, di antaranya program bedah rumah ini. Kami sangat terbantu,” ujar Ustaz Safarudin mewakili Ibu Frida saat ditemui awak media dan jajaran Satgas Yonif Mekanis 741/GN di rumah baru tersebut, pekan lalu.
Rumah baru tersebut memiliki luas 4x7 meter dan didominasi dengan cat warna hijau muda. Rumah dihuni lima orang, yakni Ibu Frida dengan empat anaknya. Selama ini mereka tinggal menumpang di bangunan orang lain.
"Ibu Frida tidak menyangka bahwa proses bedah rumahnya memakan waktu yang sangat singkat, hanya sebulan saja. Kondisi sebelumnya sangat memprihatinkan, awalnya (rumah baru) ini rawa. Karena ide dari teman-teman TNI, dibuat lah rumah sedemikian rupa yang benar-benar layak ditempati," jelas Safarudin.
Selain melaksanakan tugas utama mengamankan batas negara dan melakukan patroli keamanan di sepanjang garis batas perbatasan RI-RDTL sektor barat, Satgas Yonif Mekanis 741/GN juga mengerjakan tugas mulia yang bermanfaat dan menyentuh hati masyarakat. Di antaranya pengobatan gratis secara keliling dari rumah ke rumah, pembuatan MCK, renovasi tempat ibadah, perpustakaan keliling hingga perbaikan jalan yang longsor. Keberadaan Satgas Pamtas RI–RDTL Yonif Mekanis 741/GN mampu menjamin keamanan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul di kedua negara.
Dengan kekuatan 400 prajurit, Satgas Garuda Nusantara yang dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Mayor Inf Hendra Saputra, selalu memiliki cara jitu untuk membuat masyarakat yang tinggal di sektor barat perbatasan RI-RDTL tersenyum dan kehidupannya lebih sejahtera.
Selain program bedah rumah, Satgas Yonif Mekanis 741/GN juga membuat sumur resapan di sembilan titik lokasi yang tersebar di tiga desa. Empat sumur di Desa Haumeniana, dua sumur di Desa Sungkaen, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Sementara tiga sumur lainnya di Desa Netemnanu Utara, Kabupaten Kupang.
“Kami telah merencanakan sejak awal apa saja program unggulannya. Setiap Satgas memiliki program yang menjadi unggulan, yang bermanfaat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di sini, hampir 80% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan dan kekurangan air bersih. Di situ lah kami memutuskan untuk melakukan kegiatan bedah rumah dan pembuatan sumur resapan,” jelas Hendra.
Saat ini, Satgas Yonif Mekanis 741/GN telah merampungkan 11 dari 12 rumah yang sudah ditargetkan dalam program bedah rumah. Satgas juga telah membuat sebuah Taman Baca di tengah hutan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak usia sekolah, sebagai sarana belajar sekaligus tempat istirahat menyenangkan sepulang sekolah.
Salah satu warga masyarakat dari desa Eban, Imakulata Novu, 42, mengatakan, selama ini dirinya bersama warga sekitar merasakan bantuan yang sangat berarti dari Satgas Yonif Mekanis 741/GN.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah dan juga bapak-bapak tentara, karena dapat bantuan selama ini. Sangat membantu kami seperti taman baca, lalu pembuatan MCK dan sumur. Wilayah di sini kering. Saya dan anak-anak juga terbantu dengan pengobatan gratis yang ada," tuturnya.
Torehkan Prestasi
Selain melakukan kunjungan ke pos perbatasan, Tim Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) bersama awak media juga melihat langsung barang bukti yang berhasil diamankan di Markas Komando (Mako) Satgas Pamtas RI - RDTL Sektor Barat, NTT, dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. Barang-barang tersebut di antaranya 102 pucuk senjata, terdiri dari 93 pucuk senjata laras panjang, 3 pucuk senjata laras pendek dan 6 pucuk senjata rakitan. Sementara amunisi yang berhasil diamankan berjumlah 1.607 butir. Ada pula granat tangan buatan USA, dua buah TNT dan 7 buah magasin yang berhasil diamankan.
“Barang bukti berupa senjata, amunisi serta bahan peledak tersebut merupakan hasil pendekatan anggota kepada masyarakat selama delapan bulan ini, sehingga masyarakat secara sukarela menyerahkan sendiri senjata yang disimpan/ dimilikinya,” terang Hendra yang bangga atas kinerja anak buahnya.
Selain itu, beberapa pencapaian lainnya di antaranya keberhasilan menggagalkan penyelundupan BBM jenis premium, solar dan minyak tanah, total sebanyak 2.540 liter, 4 unit mobil dan 445 liter miras jenis Sofi. Satgas juga berhasil menggagalkan penyelundupan dua buah karung, masing-masing berisi 100 kilogram pupuk urea bersubsidi dan sembako berupa 4 karung beras (150 kilogram), 2 dus mie instan, serta 5 karung pakaian impor bekas.
“Semua itu tidak akan bisa kami dapatkan tanpa pendekatan mendalam kepada masyarakat, dan kami dapat mengambil hati mereka sehingga mendapatkan informasi tentang semua barang tersebut,” ungkap Hendra.
Baca juga: Kemendikbud-TNI Bina Nasionalisme Siswa
Satgas Yonif Mekanis 741/GN juga berhasil melakukan Repatriasi warga RDTL ke RI terhadap sebuah keluarga beranggotakan tiga orang, terdiri dari suami, istri dan seorang anak perempuan berusia 5 tahun.
"Yang dilakukan Satgas Yonif Mekanis 741/GN patut diapresiasi dan perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, tentang bagaimana keberhasilannya. Diharapkan prestasinya bisa diikuti oleh Satgas lainnya," ungkap Kepala Sub Dinas Penerangan TNI AD Kolonel Inf Paiman, yang saat kunjungan bertindak sebagai ketua rombongan.
Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat digelar pada 21 Pos (18 Pos Pengaman Perbatasan dan 3 Pos Lintas Batas) guna menjaga perbatasan darat di 3 wilayah kabupaten yaitu, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTU (Timur Tengah Utara) dan Kabupaten Kupang. Yonif Mekanis 741/GN juga bertanggung jawab untuk mengamankan 266 pilar batas negara (PBN) yang tersebar di sektor barat wilayah NTT.
Tugas pokoknya meliputi pengamanan wilayah perbatasan dari kemungkinan terjadinya pelanggaran perbatasan seperti penyelundupan, kejahatan transnasional, pelintas batas ilegal, penyerobotan wilayah RI oleh negara tetangga dan sebagainya. Selain itu, Satgas juga melakukan kegiatan pembinaan teritorial di wilayah tugasnya, meliputi kegiatan-kegiatan seperti yang telah dijabarkan di atas.
"Saya mengapresiasi Satgas Pamtas 741/GN ini dalam menjaga teritorial. Mereka sudah melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan selama 8 bulan, tersisa satu bulan lagi. Banyak kegiatan mereka yang menyentuh hati masyarakat di NTT. Tentu ini baik sekali. Rasa bela negara yang tinggi sangatlah penting, khususnya di perbatasan wilayah RI dan Timor Leste," puji Dandim 1618/Timor Tengah Utara Letkol Arm Roni Junaidi.
Dalam upaya mengamankan serta mencegah setiap kegiatan ilegal di wilayah perbatasan, Satgas Yonif Mekanis 741/GN juga senantiasa melakukan koordinasi dengan penjaga perbatasan RDTL yaitu UPF (Unidade de Patrulhamento de Fronteiras), terkait pengamanan perbatasan untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman, serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 161/Wira Sakti.
Keharmonisan Dua Negara
Sesuai dengan salah satu program Presiden dalam Nawacita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan mengembangkan kawasan perbatasan, pemerintah Indonesia telah membangun tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di seluruh Indonesia. Salah satunya ialah PLBN Wini untuk perbatasan RI-RDTL.
Setiap hari ada sekitar 50-100 warga baik dari Indonesia maupun Timor Leste yang melewati perbatasan tersebut dengan membawa paspor. Meskipun demikian, kondisi di perbatasan kedua negara terbilang aman dan kondusif.
Menurut Komandan Pos Polisi Perbatasan Timor Leste, Joaqim Asqueli, hubungan antardua warga negara berjalan harmonis dan rukun. Warga yang melintasi perbatasan, baik dari Indonesia maupun Timor Leste, umumnya untuk melakukan aktivitas bersama seperti pasar festival yang digelar secara bergantian di kedua wilayah negara tersebut.
"Situasi di perbatasan sangat baik. Kami dengan Satgas 741 selalu kerja sama dengan bagus. Di perbatasan ini masyarakat sangat rukun, sangat harmonis, karena keluarganya ada yang tinggal di sana (di NTT), ada yang tinggal di sini (Timor Leste). Jadi masih bersaudara semua," sebutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 741/GN Hendra yang menggambarkan keakraban masyarakat dua negara. Kehidupan secara umum berjalan harmonis, tidak ada masalah. Jika pasar diadakan di wilayah Indonesia, warga Timor Leste datang ke sini, demikian pula sebaliknya.
Di wilayah perbatasan juga telah dibangun Gedung PLBN Wini Indonesia yang sangat megah. Patung Garuda Pancasila terpampang gagah di depan gedung tersebut. Terdapat tiga PLBN di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste di NTT, yakni PLBN Motaain di Kabupaten Belu (ibu kota Atambua), PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka, dan PLBN Wini di Kabupaten TTU. Ketiganya sudah diresmikan Presiden Jokowi. PLBN Wini sendiri diresmikan pada 9 Januari 2018 lalu.
Untuk bisa sampai ke sana, memakan waktu kurang lebih 5-7 jam dari Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. Jalan menuju ke sana mayoritas mulus. Hanya saja, selepas Kota Kefamenanu, jalan mulai menanjak dan berliku. Di sepanjang perjalanan, mata dimanjakan hamparan pemandangan indah dengan deretan pegunungan yang menjulang kokoh. Tidak hanya itu, senyum manis dan sapaan hangat senantiasa ditunjukkan oleh warga setempat kepada iring-iringan rombongan yang melintas.
Saat ditemui, Kepala PLBN Wini Don Gasper Ukat memastikan sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam melayani administrasi perbatasan di kedua negara tersebut.
"Sampai saat ini kendala yang berarti belum ada, tercover dengan baik. Rata-rata pelintas dari Indonesia dan Timor Leste sudah paham dan taat aturan dengan menyiapkan dokumen seperti paspor," ucapnya.
Masih menurut Don, kebanyakan keperluan para pelintas adalah urusan keluarga. Selain itu, jika ada acara adat, perbatasan PLBN Wini akan semakin ramai dilalui oleh pelintas dari kedua negara.(RO/OL-5)
Dengan kehadiran Job Fair & Internship Expo, sama-sama memberi benefit untuk kampus dan industri.
Selain itu, terdiri atas 3 titik parkir, Privilege Parking Spot merupakan area parkir dedicated yang disediakan khusus untuk semua jenis kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus.
Menaker Ida menegaskan bahwa gedung WDC sebagai bentuk jawaban Pemerintah (BBPVP Bandung) terhadap kebutuhan anak-anak muda di Bandung dan sekitarnya.
Masakan yang dikurasi secara ahli oleh Chef Daniel Chaney, menjanjikan simfoni rasa yang akan membuat lidah Anda terpuaskan.
Bali Safari & Marine Park, salah satu taman safari terbesar di Indonesia, secara rutin mengadakan acara yang dikenal sebagai ‘Hari Harimau’ untuk menghormati dan menyelamatkan harimau.
Program Beasiswa The Future Leader (TFL) menawarkan beasiswa penuh untuk Magister Manajemen di PPM School of Management, yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan ilmu manajemen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved