Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir kembali mengajak elite politik untuk menahan diri dari pernyataan-pernyataan yang memicu naiknya tensi politik di Tanah Air. Apalagi bila pernyataan itu bernada provokatif.
"Mari kita bersatu, mengembangkan sikap ta'awun (bekerja sama) agar lebih produktif untuk bangsa ini. Para elite, turunkan 'volume' suara agar tidak timbul hal-hal yang bersifat provokatif yang berpotensi memecah belah," tandas Haedar dalam wawancara khusus dengan Medcom.id untuk program Newsmaker, di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Cirendeu, Jakarta, Minggu, 12 Mei 2019.
Disinggung soal sikap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais yang terus mengeluarkan pernyataan keras dan dianggap provokatif oleh sejumlah kalangan, Haedar mengatakan, "Pokoknya siapa pun, para elite politik di negeri ini, termasuk Pak Amien, mari kita kembangkan suasana yang damai, bersatu, bersilaturahim. Kembangkan hal-hal positif dan produktif bagi bangsa ini.
Haedar juga mengajak warga Muhammadiyah menjadi pencerah. Ini sebagaimana diamanatkan dalam Tanwir Muhammadiyah Bengkulu beberapa waktu lalu.
Baca juga: Elite Politik Diminta Hentikan Spekulasi
"Bukan malah sebaliknya, banyak menghadirkan kegelapan. Tiap-tiap warga Muhammadiyah harus menjadi pusat pencerahan, bukan sumber kegelapan," tandas dia.
Terkait dengan hasil Pemilu Serentak 2019 yang masih dalam proses penghitungan suara, Haedar menyerukan, bagi segenap anak bangsa untuk memercayai kinerja Komisi Pemilihan Umum. "Bila nanti 22 Mei sudah diputuskan, dan ternyata merasa ada yang tidak benar dalam proses pemilu, tempuhlah jalur hukum yang konstitusional melalui lembaga-lembaga hukum yang sudah ditentukan. Tidak usah memobilisasi massa yang justru bisa menimbulkan ekses negatif," tandasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved