Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir, merespons pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, yang menyebut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah pemenang Pilpres 2019. Hal tersebut disampaikan Amien saat menghadiri acara Syukuran dan Munajat Kemenangan Prabowo-Sandiaga bersama para relawan 02 di gedung Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4) lalu.
"KPU saja belum selesai menghitung jumlah suara yang diraih paslon 01 maupun paslon 02, maka dapat kita pastikan bahwa Amien Rais sering berjalan sambil tertidur, lalu mimpi dan mengigau," ujar Inas, Jumat (27/4).
Baca juga: Komunitas Putih adalah Kita Gelar Acara Ngopi Bareng Alumni
Inas juga menilai pernyataan Amien kerap kali berbeda dengan nalarnya. "Misalnya menyebut Pak Jokowi dengan nama pak Jae. Lebih parah lagi nalar Amien Rais yang tidak sampai ketika menggunakan istilah bebek lumpuh, atau lame duck," paparnya.
Padahal, sambung Inas, lame duck government adalah sebuah fenomena yang biasa terjadi pascapemilu dan lazim terjadi di berbagai negara demokratis yang pemerintahannya mulai kehilangan power, baik karena popularitasnya atau menjelang peralihan kekuasaan.
"Sedangkan Jokowi sama sekali tidak kehilangan popularitas dan belum tentu mengalihkan kekuasaannya kepada yang lain karena dipastikan akan tetap berkuasa sampai dengan 2024," pungkasnya.
Adapun, saat menghadiri acara Syukuran dan Munajat Kemenangan Prabowo-Sandi bersama para relawan 02 di TMII, Rabu 24 April 2019 lalu, Amien mengklaim Prabowolah pemenang Pilpres 2019. Jokowi, kata dia, tinggal menyelesaikan jabatannya selama kurang lebih 4 bulan dan ia menyebutnya sebagai presiden bebek lumpuh. (RO/OL-9)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved