Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Perludem: E-Voting Bukan Solusi Pemilu di Indonesia

Akmal Fauzi
23/4/2019 19:45
Perludem: E-Voting Bukan Solusi Pemilu di Indonesia
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini( MI/ BARY FATHAHILAH)

PERKUMPULAN untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta usulan pemungutan dan penghitungan suara secara elektronik (e-voting) dikaji ulang. Menurutnya, usulan itu bukan menjawab persoalan pemilu di Indonesia.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan persoalan pemilu di Indonesia bukan pada sistem pemungutan suara melainkan desain dan perangkatnya. Selama ini, kata Titi, pungut hitung dengan pendekatan manual berjalan sangat baik dan tanpa persoalan.

Baca juga: TKN: BPN Manipulasi Data Real Count Riau dan Babel

“Pemungutan suara di TPS paling transpran di dunia. Dan negara lain menggunakan referensi pemilu kita,” kata Titi saat dihubungi, Selasa (23/4).

Titi menjelaskan, harus ada evaluasi menyeluruh dan komperhensif terhadap sistem pemilu di Indonesia. “Pendekatan evaluasi harus holistik dan jangan sekedar euforia saja,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan teknologi dalam sistem pemilu didasari kepercayaan. Sistem pemilu yang transparan seperti saat ini, kata Titi, masih banyak yang menduga-duga adanya settingan dari penyelenggara pemilu.

Titi menekankan, penerapan teknologi bisa diterapkan dalam sistem rekapitulasi. Banyaknya administrasi yang dilakukan petugas pemilu, menurutnya yang paling menyita banyak waktu.

Perludem mencatat ada beberapa kasus yang terjadi selama pengalaman rekapitulasi suara baik di pemilu maupun pilkada diantaranya, adanya manipulasi hasil penghitungan suara selama proses rekapitulasi berjenjang, perolehan suara dari TPS berubah saat masuk di proses rekapitulasi.

Oleh karena itu, Perludem meminta untuk tidak menjadikan e-voting sebagai satu-satunya solusi teknologi untuk pungut hitung Indonesia. Pemerintah dan DPR sebaiknya ikut mempelajari dan mempertimbangkan teknologi e-rekap yang sedang disiapkan oleh KPU RI.

“Minimnya pilihan teknologi serta ketergesaan dalam mengambil keputusan dapat meruntuhkan pencapaian baik yang telah diraih oleh Indonesia di bidang kepemiluan,” jelasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik