Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Polisi yang Gugur Saat Amankan Pemilu Dapat Kenaikan Pangkat

Ferdian Ananda Majni
22/4/2019 19:25
Polisi yang Gugur Saat Amankan Pemilu Dapat Kenaikan Pangkat
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

KAROPENMAS Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan sebanyak 15 anggota kepolisian yang gugur saat menjalankan tugas mengawal pemilu 2019 akan mendapatkan kenaikan pangkat.

"Seluruh anggota dapat kenaikan pangkat lebih tinggi oleh pak Kapolri, tentunya kami juga sangat berduka dengan kehilangan 15 anggota polri yang gugur dalam melaksanakan tugas," kata Dedi di Mabes Polri, Senin (22/4).

Baca juga: 15 Anggota Polisi Meninggal Dunia dalam Tugas Amankan Pemilu 2019

Dia menambahkan, selain mendapatkan kenaikan pangkat atas jasanya mengabdi demi keberlangsungan pemilu yang aman, damai dan lancar. Tentunya mereka juga mendapatkan santunan dan perpanjangan gaji. "Dan tentu hak-haknya, juga mendapat santunan. Kemudian mendapat perpanjangan gaji, semuanya diberikan," sebutnya.

Mereka meninggal saat bertugas dari mengawal kotak suara menuju ke tempat pemungutan suara (TPS), kelelahan dalam pengamanan atau kecelakaan dalam perjalanan. Kata Dedi, mereka tersebar di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, NTT, NTB, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Metro Jaya, dan Sulawesi Selatan.

"Dari mulai distribusi logistik, pengamanan pemilu, kemudian penghitungan suara-suara, pengawalan surat suara menuju ke PTK sampai dengan tingkat kabupaten," terangnya.

Dia menjelaskan, selain faktor kesehatan tentunya tugas yang cukup banyak yang dibebankan untuk memastikan pemilu berjalan sebagaimana mestinya. "Kondisi kesehatannya, dan memang tuntutan tugas cukup banyak," paparnya.

Dia menambahkan, sebelumnya Polri telah menetapkan sistem rotasi personel dalam penjagaan pemilu sesuai dengan kriteria kerawanan lokasi. Namun, kondisi fisik tiap anggota dan keadaan geografis menjadi kendalanya juga.

“Memang kondisi tiap orang berbeda, kemudian kondisi geografis TPS tersebut ada yang sangat jauh dan menyulitkan. Maka sebagian besar yang meninggal di luar Pulau Jawa, kalau yang di Pulau Jawa disebabkan kecelakaan lalu lintas,” lanjutnya.

Baca juga: Timbulkan Korban Jiwa, Pemerintah Segera Kaji Keserentakan Pemilu

Meskipun demikian, Dedi memastikan, seluruh personel yang menjalankan tugas pengamanan pemilu telah dilakukan tes kesehatan secara rutin, guna kesiapan mereka dalam menguasai medan di lapangan.

"Ada, tes kesehatan tetap. Ya, sebagian sudah disampaikan juga kepada teman-teman media mengenai anggota-anggota yang gugur dalam melaksanakan tugas tersebut.

Berikut nama anggota Polri yang gugur saat menjalan tugas mengawal pemilu 2019:

1. Brigpol Arip Mustakim, Polres Bekasi Kabupaten, Polda Metro Jaya.

2. AKP Suratno, Ditintelkam Polda Kalimantan Timur.

3. Aiptu Jonter Siringgo, Polres Dairi, Polda Sumatera Utara.

4. Aipda Stefanus Pekuwali, Polres Kupang, Polda Nusa Tenggara Timur.

5. Bripka Mashadi, Polres Indramayu, Polda Jawa Barat.

6. Brigpol Arie Adrian Winatha, Biro Operasi Polda Kalimantan Selatan.

7. Aiptu Mohammad Supri, Polresta Sidoarjo, Polda Jawa Timur.

8. Brigpol Prima Leoin Nurman Zasono, Polres Bondowoso, Polda Jawa Timur.

9. Ipda Tolok Sudarto, Polres Berau, Polda Kalimantan Timur.

10. Aiptu Daniel Mota, Polres Belu, Polda Nusa Tenggara Timur.

11. Bripka Yustinus Petrus, Polres Ende, Polda Nusa Tenggara Timur.

12. Aiptu M Saepudin, Polres Bandung, Polda Jawa Barat.

13. Bripka Ikhwanul Muslimin, Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat.

14. Brigjen Pol Syaiful Zachri, Ditbinpotmas Korbinmas, Baharkam Polri.

15. Ipda Paulus Kenden, Polres Tanah Toraja.

(OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik