Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
ROHANIWAN sekaligus Budayawan Franz Magnis Suseno atau yang akrab disapa Romo Magnis menyatakan untuk merajut nilai-nilai kebangsaan dan toleransi pascapemilu, komunikasi memegang peranan penting.
“Saya merasa sangat setuju bahwa hal terpenting (dalam merajut nilai kebangsaan) adalah komunikasi,” tuturnya dalam diskusi bertajuk Strategi Kebudayaan dan Rajutan Sosial Pascapemilu, di Jakarta, kemarin.
Dalam diskusi yang diprakarsai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) itu, ia mengaku merasakan bahwa konsep dalam Islam, rahmatan lil alamin, sangat membantu menjelaskan kepada banyak pihak bahwa semua agama harus memberikan rahmat bagi umat lainnya. Meski dalam praktik komunikasinya harus dilakukan secara konsisten dan terus-menerus.
Romo Magnis menekankan perlunya keteladanan dari tokoh untuk merajut toleransi dalam situasi sosial politik kekinian. Dia mencontohkan peristiwa pertemuan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar yang menunjukkan adanya upaya membangun hubungan saling percaya sebagai suatu hal yang positif dan dapat menjadi contoh.
Dalam kaitan tersebut, menurutnya, di Indonesia tidak perlu memulainya dari nol karena sudah menjadi tata nilai. Ia menilai hubungan umat kristiani dan umat muslim di Indonesia saat ini jauh lebih baik.
Dalam kesempatan yang sama, peneliti LIPI Adriana Elisabeth memandang intoleransi yang ada di Indonesia hari ini bukan suatu hal yang instan terjadi. Itu sudah ada indiksi sejak lama yang tidak disadari. Indonesia memiliki berbagai kearifan lokal yang sebetulnya mampu mencegah intoleransi. Ia menyebut keadaan di Papua dapat menjadi contoh toleransi antarumat beragama yang sangat nyata.
Selama ini, kata dia, banyak yang memahami mayoritas di Papua ialah kristen, tetapi Islam juga sudah lama masuk di wilayah tersebut dan memberi warna dalam toleransi di sana. Artinya, banyak yang belum paham ada banyak hal dari lingkungan kita yang menjadi contoh sangat nyata bagaimana toleransi dibangun,” jelas Adriana.
Kontestasi politik saat ini telah menimbulkan pembelahan di masyarakat. Namun, ia yakin hal itu akan kembali mencair. (Dro/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved