Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah menyampaikan pernyataan tentang Pemilihan Umum 17 April di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Senin (15/4). Pernyataan dibacakan oleh Ketua Umum Haedar Nashir, Ketua Prof Muhadjir Effendy, Anwar Abbas, Sekretaris Umum Abdul Mu’ti, Bendahara Prof Suyatno.
Haedar Nashir mengatakan pihaknya meminta kepada seluruh komponen bangsa untuk mencerahkan kehidupan kebangsaan setelah tujuh bulan lebih berada dalam suasana kampanye pemilu. Untuk pertanyaan seputar kriteria caleg dan presiden yang dipilih, Haedar menyebut hal itu sudah selesai saat kampanye kemarin.
“Jadi urusan kriteria sudah selesai saat kampanye," ujar Haedar.
Pihaknya menyampaikan delapan poin yang disebut sudah representatif untuk menyongsong hari pelaksanaan pemilu dalam konteks kebangsaan yang lebih luas. Terkait ajakan people power, Haedar mengimbau hendaknya yang meraih kemenangan menerima sebagai amanah dan rendah hati. Sementara yang belum memperoleh mandat, menerima dengan lapang hati.
"Kalau ada masalah persengketaan selesaikan melalui prosedur hukum Mahkamah Konstitusi dan peraturan perundang-undangan, tidak perlu mobilisasi massa. Sebagai umat beriman, hasil apa pun kita terima dengan syukur, sabar dan sikap yang baik," tegas Haedar.
Baca juga: Soal People Power, Mahfud MD Siap Berikan Advokasi kepada KPU
Ia pun percaya anak bangsa sudah cerdas, matang dan bijaksana. PP Muhammadiyah kembali mengingatkan, Indonesia sudah melaksanakan sebelas kali pemilu sejak Orde Baru sampai Orde Reformasi. Memori ini sengaja dibuka agar seluruh warga Indonesia belajar bersama, sehingga semakin cerdas dan bijaksana dalam menghadapi pemilu.
"Ada riak gelombang itu sebagai dinamika politik. Begitu masuk pemilihan semua harus menciptakan sussana damai toleran," imbuhnya.
Sementara soal imbauan salat subuh berjamaan di sekitar TPS sebagai bentuk politisasi ibadah, Haedar merujuk pada poin kelima yang disampaikannya yakni seluruh warga negara yang memiliki hak pilih agar menggunakan hak politiknya dengan penuh tanggung jawab dan seterusnya.
Haedar percaya umat Islam akan menjalankan ibadah maghdaf secara khusyuk. Ibadah tidak perlu dimobilisasi untuk kepentingan politik. Salat ditunaikan di masjid dan menjadikan kemakmuran masjid untuk membawa kehidupan akhlak mulia, membangun kehidupan berbangsa bernegara yang lebih baik.
"Kami ucapkan terima kasih kepada semua komponen bangsa, kampanye secara umum berjalan baik. Karena itu, mari bersama memastikan dengan spiritualitas berbangsa pemilu bisa berlangsung sebaik-baiknya," pungkasnya.(RO/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved