Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

PP Muhammadiyah Dukung Pemilu 2019

M Ilham Ramadhan Avisena
15/4/2019 12:40
PP Muhammadiyah Dukung Pemilu 2019
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir .(ANTARA.Sumarwoto)

PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan mendukung penuh pelaksanaan Pemilu 2019 sebagai komitmen dan komponen kekuatan nasional.

Dalam pernyataan dukungan yang disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan bangsa Indonesia seharusnya mampu menunjukkan kearfian, kedewasaan dan tanggung jawab tinggi dalam pelaksanaan Pemilu sebagai proses politik demokratis yang cerdas.

"Belajar dari pengalaman Pemilu yang panjang dan sarat dinamika pada era Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi, seyogyanya semua pihak di negeri ini dapat menyikapi dan melaksanakan Pemilu yang berkeadaban, berkemajuan disertai dijiwai kenegarawanan yang utama," kata Abdul Mu'ti dalam konferensi pers pernyataan PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, Senin (15/4).

PP Muhammadiyah, lanjut Mu'ti, juga meminta seluruh pihak untuk menciptakan suasana yang tenang, aman dan damai menjelang dan sesudah Pemilu berlangsung.

"Media sosial dan media massa hendaknya digunakan untuk ikut menciptakan suasana kondusif dan harmoni. Hindari penyebaran berita atau informasi hoaks, perseteruan, dan hal-hal yang dapat memanaskan situasi pelaksanaan Pemilu," lanjutnya.

Baca juga: TNI dan Polri Jamin Keamanan Pemilu 2019

Tidak lewat juga, PP Muhammadiyah meminta KPU dan Bawaslu untuk tetap bekerja dengan profesional, netral, jujur dan adil. Hal itu dimaksudkan agar setiap warga negara memiliki hak pilih terpenuhi hak politiknya.

Selanjutnya, aparatur negara juga diharapkan mampu menjalankan tugas dan kewajiban mereka guna menciptakan keamanan dalam jalannya Pemilu dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara Indonesia.

"Sehingga warga bebas dari segala bentuk gangguan dan kecurangan yang pada akhirnya Pemilu berlangsung secara demokratis, aman, damai dan sesuai jaminan konstitusi," ujar Mu'ti.

PP Muhammadiyah, kata Mu'ti, mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak politiknya dengan bertanggungjawab, cerdas, menjaga persatuan, menjunjung tinggi moralitas, toleransi serta kesantunan.

"Jauhi politik uang dan segala transaksi yang dilarang oleh agama, moralitas dan hukum yang berlaku. Semua warga baik dalam masa pemilihan maupun sesudahnya hendaknya menciptakan ketertiban dan kedamaian. Juga jauhi segala bentuk pernyataan dan sikap yang bernuansa hasutan, perselisihan dan tindakan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara," terang Mu'ti.

PP Muhammadiyah pun mengimbau semua pihak untuk dapat menerima hasil dari pemilihan nanti. Menurutnya, sikap itu dapat ditunjukkan dengan berjiwa besar, tetap saling menghormati.

Lebih jauh, bila nantinya muncuk suatu masalah maupun persengketaan Pemilu, maka semua pihak diharapkan dapat menyelesaikannya secara konstitusional sesuai dengan perundangan yang berlaku.

"Hendaknya menghindari sejauh mungkin usaha-usaha mobilisasi massa, provokasi dan aksi-aksi politik yang dapat menimbulkan ketegangan, konflik horizontal mau pun vertikal. Indonesia harus dijaga bersama dari segala kondisi dan tindakan yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkas Mu'ti.

Pun kepada warga Muhammadiyah, Mu'ti meminta agar persyarikatan Muhammadiyah menggunakan hak pilih mereka. Juga berpartisipasi aktif dengan menjadikan diri dan organisasi sebagai teladan terbaik dalam berdemokrasi.

"Hendaknya bersama komponen masyarakat lainnya menegakkan ketertiban sosial serta menjadi pemersatu umat bangsa. Sejalan dengan itu juga menyebarkan misi utama gerakan Muhammadiyah membawa Islam rahmatan lil'alamin," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya