Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Pernyataan Amien Contempt of Court

Dero Iqbal Mahendra
02/4/2019 08:40
Pernyataan Amien Contempt of Court
Contempt of Court(Penjelasan Umum Butir 4 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang MA/Hukunonline.com/L-1)

PERNYATAAN Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyatakan bahwa membawa dugaan kecurangan dalam pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK) tidak ada gunanya dan karena itu lebih memilih gerakan people power dinilai sebagai bentuk contempt of court.

Penilaian itu diungkapkan juru bicara MK, Fajar Laksono, saat dimintai komentar, kemarin.

"Itu pernyataan yang tidak bijak sebab dapat diartikan contempt of court MK sebagai lembaga peradilan. Pernyataan tersebut secara tidak langsung mengesankan bahwa MK tidak dapat berkontribusi secara adil dalam penyelesaian sengketa hasil pemilu," kata Fajar.

Fajar menambahkan bahwa, "Sangat mungkin pernyataan itu diartikan telah menafikan kerja keras seluruh komponen di MK selama ini untuk bekerja dengan sebaik-baiknya guna menguatkan public trust terhadap MK."

Namun, MK, masih menurut Fajar, belum memiliki rencana membawa persoalan itu ke ranah hukum dan memilih masyarakat yang menjadi pengadil dari sikap Amien Rais tersebut.

"Sejauh ini tidak ada langkah-langkah apa pun yang disiapkan MK. Silakan publik yang menilai," papar Fajar.

Sebelumnya, Amien Rais mengancam KPU bahwa dirinya akan mengerahkan massa jika ditemukan dugaan kecurangan dalam pemilu. Hal itu disampaikan Amien dalam aksi massa 313 di depan Gedung KPU.

"Tidak ada gunannya, tapi kita people power, people power sah," kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3).

 

Bahayakan bangsa

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Lena Maryana Mukti, mengatakan apa yang diungkapkan Amien Rais tidak seharusnya keluar dari seorang politikus senior. Ia menilai Amien Rais sama saja mengajak orang-orang untuk melanggar hukum.

Lena mengatakan hal itu akan membahayakan kondisi demokrasi Indonesia. Ajakan tersebut bisa memperkeruh suasana di lingkungan masyarakat menjelang dan pasca-pemilu kelak. Ajang pilpres yang hanya diikuti dua pasang kandidat berpotensi membuat warga terbelah.

"Mungkin bukan bahasanya memprovokasi ya, tetapi sudah mengajak, bukan sekadar memprovokasi. Mengajak masyarakat yang justru melakukan hal-hal itu bisa membahayakan ujungnya pada keutuhan bangsa," ujar Lena, kemarin.

Namun, menurut Wakil Ke-tua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo, pernyataan Amien Rais itu peringatan keras kepada semua lembaga yang dilahirkan reformasi. Menurutnya, reformasi itu lahir dari ketidakpuasan rakyat, antara lain karena ketidakadilan.

"Jadi, Pak Amien berpesan, jangan main-main dengan rakyat," ujar Drajad.

Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pernyataan Amien Rais merupakan bentuk keprihatinan pada kondisi pemilu saat ini.

Manajer Pendidikan Pemilih Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat, Muhammad Hanif, menilai pernyataan Amien Rais itu bentuk lucu-lucuan saja.

"Mungkin itu gerakan pemilu garis lucu agar perjalanan pemilu bisa dinikmati sambil tersenyum dan menikmati secangkir kopi," tutur Hanif dalam keterangan persnya, kemarin. (Pro/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya