Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan politik uang bisa merusak citra partai politik di hadapan publik. Fritz menjelaskan, ketika caleg dari salah satu parpol terbukti melakukan politik uang, maka akan menjadi senjata untuk partai lain menjatuhkan kredibilitas parpol di hadapan publik.
"Parpol akan kehilangan kredibilitas. Nantinya, kasus ini dikapitalisasi oleh partai lain. Itu secara tidak langsung merusak citra partai," kata Fritz, Rabu (278/3).
Baca juga: Jelang Pemilu 2019, KPK Terima Banyak Laporan soal Politik Uang
Maka dari itu, Fritz mengatakan, parpol harus mengetahui konsekuensi ketika masih melakukan praktik uang dalam meraup dukungan. Ia mengatakan, Bawaslu telah menerapkan aturan dan sanksi yang berat bagi pihak yang terbukti melakukan politik uang. Sehingga, tidak hanya mendapat sanksi moral, sambung Fritz, juga ada sanksi administratif yang harus diterima.
"Politik uang sudah ada putusannya. Mmeski hukuman percobaan. Tetapi, dengan sanksi coret dari DCT, meski telah terpilih nantinya merupakan hukuman yang berat. Ini konsekuensi yang harus disadari pada saat melakukan politik uang" kata Fritz.
Fritz mengaku, selain menjelaskan konsekuensi politik uang, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan di daerah-daerah dengan mengampanyekan tolak politik uang kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap politik uang. Menurutnya, persepsi masyarakat soal politik uang masih terpecah, sehingga harus diyakinkan kembali mengenai konsekuensi yang akan diterima nantinya.
"Bawaslu melakukan patroli pengawasan dengan memakai pengeras suara terus meminta masyarakat jauhi politik uang. Memang awalnya terkesan dicuekin, tapi lama kelamaan membuat masyarakat tahu dam sadar kehadiran pengawas," kata Fritz. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved