Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ini Lima Daerah Terawan di Masa Kampanye

Insi Nantika Jelita
22/3/2019 22:26
Ini Lima Daerah Terawan di Masa Kampanye
Anggota Bawaslu Rahmat Bagja(MI/Rommy Pujianto)

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat lima daerah paling rawan dalam pelaksanaan kampanye rapat umum yang dimulai pada Minggu (24/3). Empat wilayah di antaranya ada di daerah timur Indonesia.

"Indeks kerawanan sudah kami petakan. Teratas ada di Indonesia timur. Pertama Papua Barat, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Sumatra Utara," jelas anggota Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Jumat (22/3).

Ia menyebut bahwa di Papua misalnya, kerawanan yang terjadi terkait adanya Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). Di mana pernah terjadi penembakan pesawat oleh KKSB.

"Seperti itu contoh masalahnya. Kita minta bantuan TNI dan Polri. Misalnya dalam pengangkutan logistik ekspedisi," ujarnya.

Bagja mengatakan, pihaknya menyiapkan standar operasi prosedur (SOP) penanganan pelanggaran agar jika ada masalah saat rapat umum bisa segera diselesaikan. "Penyelesaian sengketa di tempat (kejadian kampanye). Jadi ada pengawasan, ada sengketa diselesaikan hari itu pada jam itu. Hadir Panwascam dan tim kampanye," ucapnya.

Baca juga: Daerah Rawan Konflik Pemilu Diprediksi Bertambah

Menurut dia, penyelesaian masalah di tempat agar tidak ada pidana karena repot harus ada pembuktian dan lainnya. "Sehingga konflik itu diselesaikan di awal. Alternatif terhadap konflik atau alternatif terhadap sengketa," sambung Bagja.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengimbau kepada peserta pemilu agar benar-benar melaksanakan aturan rapat umum yang ada. Salah satunya dengan tidak berpindah zonasi kurang dari dua hari. Ia juga mengaku sampai hari ini para peserta pemilu belum memberikan jadwal kampanye rapat umum di hari pertama.

"Imbauan kita soal kampanye rapat umum itu ya mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya. Laksanakan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Itu saja," tandasnya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya