Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA dewan pakar ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Laode Kamaluddin, mengatakan demi mengejar sistem pemetaan kependudukan yang modern, sudah seharusnya masyarakat memiliki KTP-E yang terintegrasi dengan layanan publik lainnya.
Laode mengatakan seharusnya Indonesia menganut sistem integrasi KTP-E untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Nantinya, kata dia, satu kartu akan mencakup jaminan kesehatan, beasiswa, hingga bantuan sosial untuk masyarakat.
"Di dalam sistem pemetaan yang modern, orang menghindari banyak kartu. Satu kartu dianggap lebih mudah secara manajemen, dari operasional lebih murah dan lebih mudah digunakan," kata Laode, Kamis (21/3).
Laode menilai program tiga kartu 'sakti' yang digagas Jokowi telah usang. Banyaknya program kartu yang digagas petahana, menurut dia, menunjukkan bahwa program tersebut tidak efisien.
Selain itu, Laode berpendapat banyaknya kartu akan membuat manajerial di pemerintahan menjadi rumit. Adapun dengan satu kartu terintegrasi akan membuat pelayanan menjadi tepat sasaran.
"Kalau satu kartu satu fungsi, beratnya itu di manajemennya. Kalau satu kartu fungsi banyak, itu menunjukan bahwa small government kaya dengan fungsi. Sistem pelayanan akan lebih akurat," kata Laode.
Maka dari itu, Laode mengklaim konektivitas KTP-E dengan sistem integrasi nasional ini tidak sulit untuk direalisasikan. Menurutnya, dalam waktu 100 hari kerja, KTP-E terintegrasi tersebut dapat direalisasikan.
Baca juga : Sandiaga Sebut Banyaknya Kartu akan Bebani Keuangan Negara
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean menambahkan program integrasi KTP-E yang digagas Prabowo-Sandi adalah sesuatu yang mudah dilaksanakan. Pasalnya, kata Ferdinand, cikal bakal KTP-E sudah mengarah pada identitas tunggal warga negara Indonesia.
"Kalau kita mencontek Amerika di kartu itu nomor jaminan sosial masyarakatnya ada. Kita juga akan menjurus ke sana. Tetapi di tengah jalan karena KTP-E dicampuri kasus, akhirnya berubah. Sekarang Bang Sandi datang dengan gagasan untuk menyempurnakan ini, menjadikan ini menjadi nyata, jadi melakukan ini tidak sulit," cetusnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved