Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kepala BNPT: Korps Marinir Turut dalam Pencegahan Terorisme

Micom
14/3/2019 19:50
Kepala BNPT: Korps Marinir Turut dalam Pencegahan Terorisme
(Ist)

KORPS Marinir TNI AL selama ini telah ikut menyumbangkan peranan yang sangat penting dalam  membantu tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikal terorisme agar tidak tumbuh di masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, usai memberikan pembekalan tentang 'Bahaya Penyebaran Paham Radikal Terorisme dan Upaya Pencegahanya' di hadapan sekitar 500 prajurit Korps Marinir wilayah Jakarta di Gedung Graha Marinir, Kompleks Mako Korps Marinir, Kwitang, Jakarta, Kamis (14/3).

“Luar biasa (peranan Marinir di BNPT) di bidang pencegahan itu. Kita lihat banyak sekali teman-teman dari Marinir yang ikut bersama kami bagaimana mereka memberikan formulasi-formulasi yang bagus dalam rangka memberikan treatment kepada masalah masalah radikalisme terorisme yang ada di masyarakat,” kata Suhardi.

Korps Marinir sendiri, menurut dia, bukanlah orang lain. Hal ini karena selama ini Korps Marinir juga sudah menjadi bagian dari BNPT karena banyak sekali penugasan dari Korps Marinir di BNPT. Untuk itu, pada hari ini dia diundang oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen TNI (Mar) Suhartono, untuk memberikan gambaran tentang pemetaan masalah masalahradikalisme dan terorisme di Indonesia kepada para prajurit Marinir yang aa di wilayah Jakarta.

“Untuk itu kita memberikan pemahaman yang utuh kepada seluruh jajarannya, sehingga bisa melihat apa yang terjadi di tengah-tengah kita dan bagaimana kita mencoba untuk mengurai benang kusut itu, lalu mencari treatment yang pas dan juga mewaspadai penyebaran-penyebaran dari pemikiran radikalisme di lingkungan kita dan keluarga besar kita,” ujarnya.

Dikatakan Suhardi, Korps Marinir merupakan pasukan komando khusus dari Angkatan Laut punya tugas yang cukup signifikan untuk ikut serta dalam rangka membentengi penyebaran paham radikalisme di lingkungan Koprs Marinir.

“Tidak hanya di lingkungan Korps Marinir saja, tetapi juga lingkungan TNI AL dan juga lingkungan tempat tinggal dan sebagainya,” lanjutnya.

Untuk itu, Suhardi meminta kepada para prajurit Korps Marinir untuk terus dapat siap setiap saat dan jangan pernah underestimate terhadap semua penyebaran paham radikal terorisme yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Kenapa? Dunia sudah tanpa batas. Siapa pun  bisa terpapar dengan paham radikalisme itu. Oleh sebab itu kita sebagai satuan-satuan khusus yang disiapkan, kita harus bersatu padu, berintegrasi untuk menjaga bangsa ini agar tetap eksis di tengah-tengah globalisasi yang mendunia ini,” pungkasnya.

 

Baca juga:  Kejagung Tepis Nepotisme Promosi Anak Jaksa Agung

 

Sebelum memberikan pembekalan kepada para prajurt Korps Marinir, Kepala BNPT beserta jajarannya oleh Dankromar dan Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar), Brigjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto untuk mengunjungi Museum Mini Korps Marinir yang ada di dalam Mako Korps Marinir.

Sementara itu, Dankormar menjelaskan apa yang dilakukannya untuk mengundang Kepala BNPT ini adalah sebagai upaya agar prajurit Korps Marinir untuk mengetahui dan memahami secara utuh mengenai bahaya radikalisme dan terorisme yang ada di Indonesia secara utuh.

“Tentunya ini upaya kita untuk memberikan sosialisasi kepada para perwira Marinir khususnya sehingga pemahaman tentang radikalisme dan terorisme itu lebih menyeluruh. Sehingga akar permasalahan terorisme dari yang disampaikan Kepala BNPT itu tadi bisa kita pahami secara utuh tidak sepotong-sepotong pemahaman tentang terorisme itu,” ujar Suhartono, usai acara pembekalan tersebut .

Pada sambutannya, mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden ini mengatakan bahwa pembekalan dari Kepala BNPT penting sekali bagi prajurit Marinir. Untuk itu, dia meminta kepada prajurit Marinir yang hadir dalam pembekalan tersebut bisa mencermati secara betul masalah terorisme ini.

“Kita paham dan kita tahu bahwa selama ini terorisme masih ada di tengah-tengah kita dan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan sampai kemarin masih ada kejadian terakhir yang ada di Sibolga,” katanya.

Ia menjelaskan, karena keterbatasan ruang dan masih banyaknya  prajurit Marinir yang ada di Jakarta  ini dalam penugasan Satgas Pemilu, maka untuk saat ini pihaknya hanya bisa mendatangkan sebagian kecil  prajurit Marinir yang ada di Jakarta. Untuk itu, pihaknya juga meminta kepada Kepala BNPT nantinya juga bisa memberikan pembekalan serupa kepada prajurit Marinir yang ada di wilayah Surabaya

“Pada kesempatan ini langkah pertama baru untuk anggota prajurit Marinir yang ada di wilayah Jakarta. Untuk selanjutnya berkenan nanti Kepala BNPT untuk memberikan pembekalan serupa bagi prajurit Marinir yang ada di wilayah Surabaya. Dan paling tidak sebagian dari perwira dan anggota yang sudah mendapatkan pembekalan dari Kepala BNPT tentang  masalah terorisme ini nanti biar bisa disebarkan ke anggota anggota yang lain,” kata Suhartono.

Dia juga berharap ke depannya sinergitas yang telah dibangun selama ini antara Korps Marinir dengan BNPT ini bisa terus berlanjut dan berkesinambungan.

“Tentunya akan kami tentukan mekanisme yang ada. Dan kemudian setiap ada mungkin permintaan dari BNPT dan sekarang pun sudah ada kita akan ditindaklanjuti,” tandasnya. (RO/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya