Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Masyarakat Sipil Mesti Bersatu Kawal Pemilu

Syarief Oebaidillah
14/3/2019 21:25
Masyarakat Sipil Mesti Bersatu Kawal Pemilu
(Ist)

SEKRETARIS Jenderal Mata Rakyat (Mara), Bayu Adi Permana, berharap Pemilihan Umum 2019 mesti menjadi momentum bagi peradaban demokrasi Indonesia.

"Pemilu harus dipahami sebagai komitmen kita kepada demokrasi, hukum, dan etika kebangsaan. Oleh karena itu masyarakat sipil harus bersatu mengawal Pemilu," tandas Bayu pada seminar 'Peta Konflik dan Ancaman Delegitimasi Hasil Pemilu', di Jakarta, Kamis (14/3).

Bayu mengutarakan, untuk menciptakan peradaban demokrasi yang baik, penyelenggara Pemilu juga harus menyelesaikan berbagai persoalan menyangkut Pemilu. Misalnya, seperti data pemilih yang tidak akurat, munculnya warga negara asing dalam daftar pemilih tetap (DPT), minimnya kepercayaan kepada penyelenggara, atau netralitas aparat pemerintahan.


Baca juga: KPK Ungkap Besarnya Keterlibatan Pihak Swasta dalam Korupsi


"Persoalan-persoalan itu jika tidak segera dibenahi akan menjadi bom waktu bagi legitimasi pemilu," ujarnya.

Pada forum yang sama, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Mochammad Afifuddin, menyoroti maraknya informasi hoaks yang menyudutkan kredibilitas penyelenggara Pemilu. Hasilnya, lebih banyak masyarakat yang memberikan respons negatif lewat caci maki di media sosial.

"Kalau ada berita bohong yang diyakini publik bahwa penyelenggara pemilu tidak netral maka dampaknya pada kami di mana isi medsos laknat ke kita semua. Padahal bisa dua sisi, misalkan mendoakan kekuatan hati kita melakukan penyelenggaraan Pemilu kan positif," pungkas Afif. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya