Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Suara belum Didengar, Perempuan Harus Masuk Parlemen

M Ilham Ramadhan Avisena
11/3/2019 16:25
Suara belum Didengar, Perempuan Harus Masuk Parlemen
(antara)

WAKIL Komisi Nasional Perempuan Yuniyanti Chuzaifah menyatakan perlunya perempuan masuk dalam parlemen guna mewakili kalangan perempuan.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi Forum Perempuan dan Politik: Caleg Perempuan Siap Hadapi Pemilu 2019 di ruang KK I, Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (11/3).

"Perlu sekali adanya perempuan dalam parlemen, untuk mewakili suara perempuan yang selama ini belum didengar," ungkap Yuni.

Menurut Yuni, dengan adanya regulasi yang mengatur soal 30% keterwakilan perempuan di dalam badan legislatif menjadi kesempatan untuk mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan dan memenangkan kaum perempuan.

Selain itu, ia juga meminta agar para calon legislatif (caleg) perempuan mampu menjaga kebijakan soal perempuan yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

Di antaranya, ia meminta kepada caleg perempuan yang hadir untuk terus memerjuangkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang hingga kini masih terkatung-katung. Menurut Yuni, undang-undang tersebut mampu menyelamatkan psikis perempuan yang jadi korban kekerasan seksual.

"Spiritnya adalah perempuan yang jadi korban tidak ditinggal sendiri, tapi pemerintah ikut memulihkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Yuni berharap para caleg yang terpilih nantinya mampu memperbaiki situasi politik yang saat ini dinilai destruktif.

"Perempuan harus memberi tauladan politik yang beradab. Politik saat ini mendiskriminasi perempuan yang lain. Tinggalkan jejak nyata dan warisan untuk perempuan lainnya. Berikan sesuatu yang dampaknya luas, masif, panjang dan sistemik," pinta Yuni. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya