Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kartu Sakti Dilaporkan, TKN: Bukti Oposisi Panik

RO
09/3/2019 22:51
Kartu Sakti Dilaporkan, TKN: Bukti Oposisi Panik
(MI/M. Irfan)

KUBU oposisi terus melakukan manuver terhadap program Kartu Prakerja yang ditawarkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo KH Mafur Amin. Setelah bertubi-tubi menyerang tanpa dasar yang kuat, kali ini kubu oposisi membawa seakan-akan program kerja itu sebagai money politics sehingga mengadukannya ke Bawaslu.

Menanggapi hal itu, juru bicara Tim Kampanya Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago menanggapi santai. Menurut Irma pelaporan itu merupakan bentuk kepanikan atas program bagus yang dimiliki oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Kami melihat bahwa laporan atas Jokowi yang mengeluarkan kartu sakti, menunjukkan bahwa pihak oposisi panik dengan program tersebut. Laporan tersebut sarat kepentingan politik, serta dilakukan untuk menguntungkan segelintir golongan,” kata Irma di Jakarta, Sabtu (9/3).

Ia melanjutkan bahwa kartu itu kartu tersebut tidak direalisasikan dalam rentang waktu kampanye saat ini. Sehingga tudingan politik uang tidak berdasar.

“Kalau dilihat mereka seperti sudah kehilangan akal untuk menyerang program kerakyatan yang digagas oleh Jokowi Ma’ruf sehingga semuanya dikritik. Padahal rakyat senang dengan ide atau gagasan dari program yang ditawarkan pemerintah saat ini,” ujarnya.

Satu hal yang terus digaungkan saat ini dari kalangan oposisi itu adalah kehadiran Kartu Prakerja itu akan menimbulkan generasi milenial malas untuk mencari kerja.

Padahal itu bukanlah esensi dari Kartu Prakerja. Kartu Prakerja didesain untuk meningkatkan kemampuana atau skill dari para milenial. Tudingan bahwa itu akan meyebabkan milenial akan menjadi malas tentu menyakitkan bagi para milenial yang saat ini sedang bersemangat untuk meraih masa depan mereka.

“Ada lagi yang mengaitkan Kartu Prakerja dengan tenaga honorer. Dapat disampaikan bahwa untuk tenaga honorer pemerintah sudah memiliki skemanya tersendiri dan tidak sama dengan Kartu Prakerja. Jadi jangan dipertentangkan tentang honorer dan pencari kerja,” tandasnya.

Irma yang merupakan politisi dari Partai Nasdem percaya bahwa masyarakat telah cerdas untuk melihat mana yang benar. Dirinya yakin bahwa masyarakat percaya dengan program yang ditawarkan oleh Presiden Jokowi sehingga tidak mau dibohongi oleh kubu oposisi yang terus melontarkan kritik tanpa dasar. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya