Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT menjalani sidang ke dua dengan agenda mendengarkan eksepsi dari tim kuasa hukum, terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet, kembali mengacungkan salam dua jari yang identik simbol politik dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga tersebut.
"Nggak dong, ngak baik gitu dan itu saya gak mau menganggap itu sebagai ucapan (penyataan) BPN ya. Saya kan warga negara, saya umat islam juga dan ini simbol gue juga," kata Ratna, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/3).
Gestur dua jari yang diperlihatkan pada sidang perdana mendapat sorotan dari Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid, yang mengklaim bahwa simbol 2 jari Ratna tidak ada hubungannya dengan BPN.
"Dan itu bukan (penyataan) BPN itu hanya satu orang yang ngomong," sebut Ratna.
Ratna menegaskan meskipun dirinya tengah menghadapi proses hukum terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax dan didempak dari BPN namun dia tetap mendukung Prabowo.
"Nggak lah. saya ya biasa aja kan emang dari dulu mendukung pak prabowo. Kan dari badan pemenangan mereka lalu mau apa?," lanjutnya.
Ratna enggan menanggapi lebih lanjut tentang polemik gestur salam dua jarinya dengan BPN. Yang paling penting, kata Ratna gagasan dan kemampuan Prabowo menjadi daya tariknya.
"Iyalah, masa pindah hati. Ngak ke lain hati. Iya (pasangan Prabowo-Sandi) ini bukan soal orang tapi soal kemampuan gagasan dan lain lain," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved