Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kepala BNPT Sebut Pelibatan Kopassus Efektif Cegah Terorisme

Micom
05/3/2019 20:10
Kepala BNPT Sebut Pelibatan Kopassus Efektif Cegah Terorisme
(Ist)

KOMANDO Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD selama ini dinilai telah ikut berperan penting membantu tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme-terorisme agar tidak meluas di tengah-tengah masyarakat. 

Selama ini kinerja Kopassus bersama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL, dan Satuan Bravo 90 Paskhas TNI AU yang tergabung dalam Satuan Tugas Pencegahan (Satgas Cegah) BNPT cukup efektif dalam membantu BNPT.

Hal itu diungkapkan Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, usai memberikan pembekalan kepada jajaran prajurit Kopassus tentang Pencegahan Paham Radikal Terorisme yang berlangsung di Balai Komando, Komplek Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (5/3).

"Sangat efektif (pelibatan Kopassus). Karena dia punya kemampuan teritorialnya, bahkan unsur intelijen bagaimana memetakan, mendeteksi.

Kita juga banyak tergantung dari teman-teman dari Kopassus, dari Denjaka, dan dari Sat Bravo 90 yang mana kita libatkan semuanya untuk melaksanakan suatu kontribusi yang terintegrasi dalam rangka upaya pencegahan terorisme," ujar Suhardi.

Lebih lanjut Kepala BNPT mengatakan bahwa untuk melakukan sinergi dalam upaya penanggulangan terorisme, pihaknya sudah banyak sekali dibantu Kopassus. Bahkan, menurutnya, selama ini Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT juga selalu berasal dari Kopassus.

 

Baca juga: Syarat Memiliki KTP-e untuk Nyoblos Digugat ke MK

 

"Selama ini kita tunjuk dari Kopassus karena mempunyai anggota-anggota yang betul-betul militan, yang bisa turun ke lapangan untuk memonitor itu semua.

Dan saya berterima kasih karena saya dapat laporan dari teman-teman Kopassus yang turun ke lapangan dan itu menjadi masukan buat kami dalam mengambil keputusan dalam rangka melakukan kebijakan-kebijakan yang kita buat," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Alumni Akpol 1985 ini mengatakan, beberapa hari ke depan BNPT akan kembali menggelar latihan mitigasi penanggulangan terorisme. Sebagaimana latihan-latihan sebelumnya, dalam latihan tersebut semua institusi terkait juga ikut dilibatkan.

"Latihan mitigasi seperti yang lalu seperti di Semarang, lalu dalam rangka Asian Games di mana Panglima TNI yang mengambil pada waktu itu bagaimana kita kontribusi, bersinergi dalam mengatasi masalah-masalah terorisme, khususnya yang bisa kita kerjasamakan dan itu kita laksanakan di lapangan.

Jadi bukan cuma TNI  baik dari (Angkatan) Darat, Laut, Udara, dan polisi, tetapi termasuk instansi terkait lainnya," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Untuk itu, dalam menjalin sinergitas, pihaknya akan tetap terus melakukan koordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait lainnya. 

"(Sinergi) itu terus kita tingkatkan. Dan kalau ada isu-isu yang bagus kita buatkan formulasinya. Kalau kita bisa mengidentifikasi masalah maka kita akan melakukan treatment juga yang pas sesuai dengan apa yang kita butuhkan di lapangan," ujar Suhardi.

Pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 ini juga menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya sengaja diundang oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana isu terorisme yang terjadi di Indonesia.

"Saya memberikan pemahaman secara utuh kepada seluruh jajaran pimpinandi Kopassus sehingga tahu persis apa yang terjadi dan apa antisipasinya ke depan.

Kita mengharapkan kepada Kopassus sebagai satuan khusus di Republik ini yang menjadi tulang punggung kita dalam rangka penanggulangan terorisme," lanjutnya.

Hal ini sebagai upaya untuk membekali anggota Kopassus dengan kekuatan yang betul-betul mumpuni dengan pengetahuan yang cukup sehingga tahu apa yang mesti dikerjakan baik dalam sifat-sifat yang soft power aprroach maupun hard power approach yang proposional.

"Itu  yang kita sampaikan tadi sehimggatahu persis mereka pemahaman yang utuh tentang masalah isus-isu terorisme yang terkini.

Kita harapkan mereka memberikan pengertian kepada seluruh anggotanya sehingga punya pemahaman yang utuh mengenai bagaimana mengantisipasi, mencegah dan sebagainya masalah-masalah tentang isu terorisme di daerah. Kita harapkan seluruh pimpinan Kopassus yang hadir pada hari ini bisa menularkan kepada anggota dan pasukannya," tandasnya.

Lebih jauh Suhardi mengatakan bahwa ke depannya tidak hanya prajurit Kopassus yang akan mendapatkan pembekalan seperti ini. Dia berharap satuan lain seperti Kostrad, Marinir, dan Paskhas juga dapat ia berikan pembekalan serupa.

Sementara itu, Danjen Kopassus, Mayjen I Nyoman Cantiasa, mengaku senang dan berterima kasih kepada BNPT yang bisa memberikan pembekalan di jajaran prajurit Kopassus.

"Selaku Danjen Kopassus, saya mengucap terima kasih atas kedatangan Kepala BNPT untuk memberikan pembekalan kepada seluruh prajurit Kopassus, sehingga mereka mengerti jelas tentang bagaimana perkembangan terorisme saat ini dan perkembangan pasca setelah terorisme, dan juga mantan-mantan terorisme termasuk para korban dari aksi terorisme," ujar Nyoman Cantiasa usai acara tersebut.

Alumnus Akmil 1990 yang juga merupakan lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa ini mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kepala BNPT melalui pola soft power approach dalam mengurai akar masalah terorisme yang ada di Indonesia.

Dengan adanya pembekalan dari BNPT kepada prajurit Kopassus ini, mantan Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Kodam XVIII/Kasuari ini, berharap BNPT bersama jajarannya bisa terus menjalin komunikasi dengan satuan yang dipimpinnya.
 
Turut mendampingi Kepala BNPT dalam acara tersebut yakni Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi II bidang penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol Budiono Sandi, Plt. Deputi III bidang Kerja Sama Internasional, Brigjen TNI (Mar) Yuniar Ludfi, dan para Eselon II. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya