Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Soal HAM Bukan Acuan Pemilih Pemula Pilih Golput

Antara
05/3/2019 22:46
Soal HAM Bukan Acuan Pemilih Pemula Pilih Golput
(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

PENELITI Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Rivan Lee Ananda mengatakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa lalu bukan menjadi alasan bagi pemilih pemula memilih menjadi golput.

Hal itu karena pemilih pemula tidak mengalami peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi di masa sebelum reformasi itu.

"Memang benar mereka tidak mengalami peristiwa 65, reformasi 98, dan Timor Leste, jadi untuk mengetahui kejadian terkait pelanggaran HAM masa lalu mereka enggak tahu," kata Rivan.  

Rivan mengungkapkan kecenderungan pemilih pemula untuk golput berdasarkan asosiasi pada dirinya.

Baca juga : Isu Golput Cenderung Bersifat Jawasentris

Asosiasi yang dimaksudkan adalah apa yang menarik dan sesuai keinginan pemilih pemula, jika kecenderungannya agama, maka pemilih akan cenderung memilih hal yang ada kaitannya dengan agama, kata Rivan.  

Rivan juga menyatakan kekecewaan terhadap partai politik peserta pemilu maupun calon presiden dan wakil presiden yang cenderung mengabaikan soal pelanggaran HAM masa lalu.

Rivan menegaskan bahwa pilihan golput pada setiap penyelenggaraan pemilu tidak melanggar hukum selagi tidak menyalahi undang-undang (UU) yang berlaku.  

"Perlu digarisbawahi bahwa golput bukan tindakan kriminal, kecuali bertentangan dengan pasal 308 UU No. 8 Tahun 2012," katanya. (Ant/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya