Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Jaga Tren Kenaikan Elektabilitas

Akmal Fauzi
05/3/2019 22:03
TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Jaga Tren Kenaikan Elektabilitas
(MI/MOHAMAD IRFAN)

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyambut baik hasil sigi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukan tren kenaikan elektabilitas. TKN mengaku tak mau terlena dan akan terus menargetkan keunggulan hingga 70%.

“Kami optimis bisa di atas 70%. Optimisme inilah yang membuat rakyat bisa bergerak," kata Sekretaris TKN Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto usai bertemu Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (5/3).

Hasto menegaskan, tidak banyak indikator yang bisa mengubah hasil survei tersebut. Apalagi, di beberapa lembaga survei, keunggulan Jokowi-Amin terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hampir selalu di atas 20%. Menurut Hasto, faktor debat pilpres berpotensi mengubah keadaan hasil survei.

“Yang nanti mengubah adalah debat. Swing voter dan undecided voter itu tapi dalam debat mengarah ke Jokowi," tegas Hasto.

Baca juga: LSI: Melihat Tren Elektabilitas, Pilpres Sudah 'Selesai'

LSI Denny JA merilis survei terbaru tentang elektabilitas capres-cawapres 2019. Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 58,7%. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 30,9%.

Survei itu juga menunjukkan bahwa Jokowi-Amin unggul di kalangan mayoritas pemilih muslim yang cenderung moderat. Muslim moderat yang memilih berorientasi Pancasila, yang umumnya juga berasal dari NU.

Sedangkan, Prabowo-Sandi unggul di pemilih muslim yang konservatif. Muslim yang berorientasi negara Timur Tengah, umumnya dari FPI.

Di tempat yang sama, Ma’ruf Amin menyatakan optimistis akan memenangi kontestasi Pilpres 2019 dengan mendasarkan pada survei tersebut. “Iya, insyallah. Insyallah, insyallah.” ujarnya.

Ma'ruf menambahkan, kepemimpinan Jokowi selama ini menunjukan kepuasan terhadap seluruh segmen pemilih. Ditambah, kata Ma’ruf ia bersama Jokowi merupakan sebuah kombinasi yang ideal. Perpaduan nasional dan Islam sangat cocok untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Kepemimpinan nasional yang kita bangun ini Pak Jokowi dengan saya, itu memang kepempinan yang diharapkan oleh sebagian besar bangsa Indonesia. Karena kan ini mencerminkan kepemimpinan nasionalis dan Islam, ini pilar bangsa itu," jelas Ma’ruf. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya