Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

BPN: Kampanye Pepes Harusnya Soal Ekonomi, Bukan Azan dan LGBT

Rahmatul Fajri
25/2/2019 22:50
BPN: Kampanye Pepes Harusnya Soal Ekonomi, Bukan Azan dan LGBT
(MI/Adam Dwi)

JURU Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengaku belum mengetahui secara pasti apakah dua ibu yang diamankan oleh Kapolres Karawang merupakan bagian dari Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi atau Pepes.

"Kami belum mengetahui ibu-ibu itu siapa ya. Ada isu yang bilang ibu ini bagian dari Pepes, tapi belum tahu," kata Andre ketika dihubungi Senin (25/2).

Andre mengaku metode kampanye yang biasanya dilakukan oleh Pepes tidak menyasar aspek keagamaan seperti yang dilakukan ibu-ibu di Karawang tersebut.

Ia mengatakan relawan yang tergabung dalam BPN menggunakan kampanye dari pintu ke pintu yang menawarkan program yang berkaitan dengan masalah perekonomian masyarakat.

"Sekarang metode kampanye yang dilakukan berbeda, pepes memang benar relawan kami yang door to door, tapi cara kampanye tidak begitu, tapi menyasar aspek ekonomi, speerti harga sembako, lapangan pekerjaan. Selama ini aman-aman saja," jelas Andre.

Andre memastikan jika nantinya ibu-ibu tersebut benar tergabung dalam relawan BPN, mereka jelas menyalahi metode kampanye yang selama ini diterapkan dalam beberapa bulan terakhir. "Kami tidak pernah berbicara seperti itu. Nah, tiba tiba yang kampanye bicaranya soal azan, LGBT, ya bukan cara kami," cetus Andre.

Untuk itu, Andre meminta semua pihak untuk menunggu proses penyelidikan oleh kepolisian. Bila memang terindikasi melanggar hukum, hukum harus ditegakkan.

"Kami serahkan sepenuhnya, kami tegaskan itu bukan cara relawan Prabowo-Sandi. Kita tunggu lah," kata Andre.

Senada dengan Andre, juru bicara BPN Pipin Sopian mengaku belum mengetahui perihal ibu-ibu yang tergabung dalam relawan pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 tersebut. Ia meminta terlepas dari kabar tersebut, proses hukum tetap harus dijalankan, jika terbukti bersalah.

"kami belum tahu tapi yang jelas bagi kami, siapapun yang melanggar silahkan diproses," kata Andre.

Ia membantah jika tim relawan BPN menggunakan kampanye hitam dalam mendatangi warga dari rumah ke rumah. Andre menegaskan BPN selalu menjunjung etika kampanye yang sehat dan bermartabat.

"Tentu tidak. Kami sejak awal mengatakan bahwa Prabowo-Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara dan menyebar hoaks," kata Pipin.

Sebelumnya, Polres Karawang meringkus tiga perempuan karena diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Amin. Penangkapan setelah beredarnya video di media sosial yang diduga melibatkan ketiga perempuan tersebut.

Dalam video itu, ketiga perempuan kampanye dari pintu ke pintu meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan, melarang memakai hijab, dan memperbolehkan pernikahan sesama jenis. (A-2)

Berita terkait: TKN Jokowi-Ma'ruf: Kampanye Hitam di Karawang Diduga Sistematis



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya