Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan kontroversial dan jauh dari fakta yang ada.
Saat berkampenye di Medan, Sabtu (23/2), Prabowo mengatakan kabinetnya tidak akan diisi menteri perekonomian dan menteri keuangan yang suka berutang. Prabowo menegaskan dirinya paham mengenai ekonomi meski bukan berasal dari latar belakang ekonom.
Menanggapi hal itu, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Muhammad Misbakhun mengatakan pernyataan itu harus dilihat sebagai bagian dari kepanikan kubu Prabowo pascaterungkapnya kepemilikan lahan milik Prabowo seluas 340 ribu hektare saat debat presiden putaran kedua di Jakarta,pekan lalu.
Prabowo dan tim harus memutar akal agar perhatian masyarakat teralih dari isu kepemilikan tanah itu.
“Jadi dikeluarkanlah pernyataan kontroversial dengan mengangkat isu ekonomi. Harapannya agar perhatian masyarakat teralihkan dari kepemilikan lahan,” kata Misbakhun di Jakarta, Minggu (24/2).
Baca juga: Lukman Edy Sebut Doa Neno sebagai Puncak Kebohongan Kubu Prabowo
Misbakhun memamparkan di kabinet pemerintahan Jokowi, semua menteri bekerja profesonal. Tidak ada yang bekerja secara serampangan. Semua fokus untuk untuk menyejahterakan rakya dan membangun bangsa.
Menko Perekonomian Darmin Nasution adalah profil yang memiliki pengalaman lengkap dari akademis, menteri keuangan hingga gubernur BI. Adapun Menteri Sri Mulyani adalah menteri keuangan yang sebelumnya sudah masuk dalam jajaran petinggi Bank Dunia.
“Tim ekonomi diisi jajaran yang diakui keahliannya dalam bidang ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan beberapa kali telah mendapat gelar sebagai menteri keuangan terbaik dunia. Ini kok mau dibuat seakan-akan tim ekonomi saat ini cuma sibuk berutang. Harusnya dilihat bahwa tim ekonomi sekarang juga jago mencari duit dengan menyisir uang-uang yang dahulu tidak masuk ke negara,” tandas Misbakhun.
Tanpa penandatangan pakta integritas pun, mereka telah bekerja dengan penuh integritas mengelola anggaran negara untuk kesejahteraan rakyat. Ini terlihat dari semakin besarnya anggaran kesejahteraan rakyat dan bantalan pengaman bagi masyarakat yang rentan dengan krisis ekonomi.
Politisi Partai Golkar itu menambahkan sebaiknya Prabowo mencari masukan dari para ahli ekonomi yang tergabung di dalam timnya untuk mencari solusi konstruktif membangun negara. Jangan seperti saat ini terus menerus memproduksi pernyataan negatif yang tidak didukung dengan fakta yang riil.
“Jangan-jangan tim ekonomi yang membantu Prabowo sudah kehilangan sense ekonominya karena terus menerus mempolitisasi semua isu sehingga masukan yang diberikan pun menjadi aneh-aneh,” tandasnya. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved