Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menekankan pentingnya jati diri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal itu harus terus dimantapkan agar tidak melenceng dari tujuan dasar TNI.
"Semua pembicara tadi menyampaikan (tentara) harus kembali kepada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, pejuang, profesional dan tentara nasional. Namanya saja jati diri. Ini bukan karena ada penyimpangan, hanya dimantapkan kembali," terang Ryamizard dalam simposium pembekalan dari para pendiri dan sesepuh TNI, di Kementerian Pertahanan Jakarta, Kamis (21/2).
Menurut Menhan. tentara tidak penting apakah kritis atau tidak. Hal terpenting adalah mereka tetap memegang jati diri sebagai TNI. Ia mengaku beruntung pada acara tersebut banyak pencerahan yang diberikan oleh para sesepuh TNI terkait jati diri TNI.
Diingatkannya, TNI merupakan tentara rakyat dari rakyat untuk rakyat dengan menjunjung profesionalitas sebagai acuan utama. Bila memang ada yang keluar dari acuan tersebut harus dikritik agar kembali.
Dalam kaitan kepemiluan, Ryamizard kembali menekankan netralitas TNI tanpa boleh dikompromikan. Namun, keaktifan TNI dalam rangka menjaga pemilu tetap harus dilakukan dengan mengantisipasi potensi masalah, sambil tetap menyerahkan penanganan tertentu kepada pihak terkait.
"Yang jelas tentara itu pengamanan, kalau ada yang bersangkutan dengan Bawaslu ya Bawaslu, kalau masalah kriminal ke polisi, kalau sudah keributan masal itu tentara lah. Kalau ada kecurangan ya melaporkan, bukan diam saja. Kalau tidak melaporkan kecurangan sama saja menebar kejahatan dong ya, semua warga wajib," tutur Ryamizard.
Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan keterlibatan para purnawirawan yang menyatakan afiliasi politiknya. Menurutnya, para purnawirawan memiliki kebebasan karena bukan lagi tentara aktif.
Meski begitu, Menhan meyakini para purnawirawan tetap memegang Sapta Marga, sumpah prajurit yang membela keujujuran, kebenaran, dan mendukung Pancasila dalam semua tindakannya.
"Misalnya, jangan sampai purnawirawan ini terseret sama parpol yang memusuhi Pancasila, itu enggak boleh," terang Ryamizard.
Kementerian Pertahanan memberikan pembekalan dari berbagai pandangan pendiri dan sesepuh TNI terkait konsep kembali ke jati diri TNI. Hasilnya, diharapkan menjadi bahan pemikiran kritis kepada generasi penerus TNI.
Konsep kembali ke jati diri dapat direnungkan dan dikaji secara holistik dan komprehensif guna menjadikan TNI sebagai alat negara yang teguh terhadap jati dirinya dan mampu mengemban tugas pokok sebagai penjaga kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.
Simposium tersebut dibuka oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di gedung AH Nasution Kemenhan, pada Kamis (21/2), dan dihadiri sejumlah sesepuh TNI, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta beberapa perwakilan Pati TNI, dan pejabat di lingkungan Kemenhan.
Sejumlah sesepuh TNI yang hadir memberikan pandangan di antaranya Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno, Jendral TNI (Purn) Widjoyo Soejono, Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryoprojo, Letjen TNI (Purn) Toni Hartono dan Ketum DPP LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abis.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketum PEPABRI Jendral TNI (Purn) Agum Gumelar, Ketum PPAD Letjen TNI Kiki Syahnakri, Ketum PPAL Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi dan Ketum PPAU Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto yang juga menyampaikan pandangan untuk pembekalan TNI. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved