Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Keberhasilan Petahana di Bidang Infrastruktur Nyata

Mal/Ins/P-1
17/2/2019 23:50
Keberhasilan Petahana di Bidang Infrastruktur Nyata
(MI/Pius Erlangga)

CALON wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengatakan bahwa kompetensi calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dalam debat, khususnya di isu infrastruktur tak bisa dibantah.

“Kalau membantah itu seperti orang yang mengingkari sesuatu yang terang mende­rang. Seperti orang yang bilang­ siang hari itu gelap,” kata Ma’ruf.

Penguasaan materi oleh Jokowi dalam debat tadi malam tak perlu diragukan. Ma’ruf menyebut petahana sudah berkutat selama empat tahun membangun Indonesia.
Jokowi tak lagi di tahapan membaca buku, tetapi mendalami masalah dan berproses dalam implementasi. Isu-isu yang diangkat di debat, sudah langsung dieksekusi di lapangan oleh eks Wali Kota Solo itu.

“Beliau paham betul di mana hambatan dan strategi capaian pembangunan. Jadi, bukan hal yang hanya berdasarkan analisis, bukan berdasarkan keinginan saja,” sebut dia.

Ia mengatakan Jokowi punya langkah positif dalam mempertahankan pembangunan dan mengembangkannya ke depan. Edukasi terhadap masyarakat juga dioptimalkan.
Atas dasar itu, Ma’ruf meng­anggap Jokowi menang telak dalam debat tadi malam.

 “Tidak perlu ada pesan apa-apa ya, beliau sudah tahu, sudah paham. Saya hanya men-support,” ungkapnya.

Ketua Persatuan Nasional Aktivis Maritim (Pena Maritim) Makbul Muhammad juga ikut bereaksi atas tudingan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, soal gagalnya program tol laut. Menurut dia, Dahnil justru gagal paham soal program andalan pemerintahan Joko Widodo itu.

“Program tol laut selama ini menggunakan kapal-kapal negara yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional,” kata Makbul.

Di media center BPN pada 15 Februari lalu, Dahnil menyatakan Jokowi gagal menyukseskan program tol laut. “Sebanyak 90% shipping (pengiriman melalui laut) kita berasal dari luar negeri, bukan punya dalam negeri.’’

Pena Maritim mencatat pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp1,5 triliun sejak 2015-2019 untuk menyukseskan tol laut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya