Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Pernyataan Prabowo Soal Harga Beras dan Daging Resahkan Petani

Micom
15/2/2019 13:15
Pernyataan Prabowo Soal Harga Beras dan Daging Resahkan Petani
(ANTARA/Yusuf Nugroho)

KLAIM Prabowo Subianto bahwa harga daging dan beras di Indonesia termahal di dunia dibantah Ketua Kelompok Kerja Pangan Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Benny Pasaribu.

Benny yang juga sekjen Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu mempertanyakan validitas data calon presiden nomor 02 tersebut.

“Pernyataan Prabowo jelas tidak benar. Harga beras di Jepang saja mencapai Rp53.000 per kilogram untuk beras premium. Di Korea Selatan, harga beras di atas Rp40.000. Di Asia Tenggara, beras di Singapura adalah yang termahal dengan harga Rp27.000 per kilogram,” kata Benny di Jakarta, Jumat (15/2).

Kata Benny, jangankan di Singapura, harga beras di Myanmar saja lebih mahal dibandingkan beras dalam negeri. 'Negeri Seribu Pagoda' tersebut memiliki harga beras rata-rata Rp14.500 per kilogram. Bandingkan dengan beras dalam negeri yang hanya Rp12.404.

“Harga beras impor dari Vietnam itu murah karena negara yang membeli berasnya untuk kemudian diekspor. Beda dengan harga harga pasar dalam negerinya. Coba saja ke Vietnam. Harga beras di dalam negeri pasti di atas Rp10.000,” katanya.

Baca juga: Prabowo: Beras dan Daging RI Termahal di Dunia, TKN: Itu Hoaks!

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke Blora, Kamis (14/2), Prabowo mengklaim harga beras Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

"Beras di Indonesia jadi salah satu tertinggi di dunia, demikian daging juga tertinggi di dunia,” katanya.

Klaim harga beras yang tidak terbukti juga terjadi pada harga daging. Benny mengatakan harga daging sapi tertinggi di dunia adalah di Swiss yang mencapai Rp675.498.

Untuk Asia Tenggara, Thailand adalah yang termahal dengan Rp155.570 per kilogram.

“Bandingkan dengan harga daging dalam negeri yang di kisaran Rp118.373 per kilogram. Paling mahal dari mana?” katanya.

Lagi pula, kata Benny, Bulog menguasai stok sekitar 2 juta ton.

"Kalau harga naik atau tinggi pastilah Bulog melakukan operasi pasar. Saat ini Bulog sudah mulai lagi membeli gabah dari petani untuk membantu harga di petani jangan sampai jatuh pada saat panen selama Januari-Maret 2019 ini," katanya.

Benny berharap Prabowo berhenti melakukan upaya-upaya yang justru menggelisahkan masyarakat. Apalagi sebagai sosok yang pernah lama berkecimpung di HKTI, ketua umum Partai Gerindra tersebut pasti bisa membedakan mana data valid dan tidak valid.

“Pernyataan Pak Prabowo ini tidak elok karena menjurus pada fitnah dan hoaks. Selain itu, masyarakat dan pedagang bisa bingung. Para petani gelisah karena merasa disalahkan sebagai biang kerok harga beras jadi termahal dunia sedangkan masyarakat sebagai pembeli bisa panik karena kebutuhan sembako keluarga bakal sangat terganggu,” katanya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya