Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA hoaks menjelang Pilpres 2019 menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Setelah Indonesia berhasil dengan pilkada serentak 2018, hoaks menjadi fenomena pilpres tersendiri.
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI Siti Zuhro mengatakan, di negara mana pun pernak-pernik nuansa kompetisi tidak bisa dielakkan dalam pilpres.
Maka, perkataan bohong atau sepak terjang politik yang menarik pasti ada. "Jokowi harus mampu meyakinkan masyarakat untuk bisa mengyugesti masyarakat dan Prabowo harus mampu menandinginya," ujar Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI Siti Zuhro.
Jika angka swing voter atau golput masih tetap bertahan berarti masih ada yang salah dengan kedua pasangan calon. Karena itu, menurut Siti, kedua calon harus mampu meyakinkan dan membuat pemilih hadir ke tempat pemungutan suara (TPS).
"Masing-masing capres sudah mempunyai ceruk suara tinggal mereka harus cerdas mengambil swing voter dan undecided voter. Indonesia kini membutuhkan 'smart people' (orang yang cerdas) sehingga peran elite tidak lagi terlalu diperlukan," imbuhnya.
Siti juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk saling percaya dan saling menghormati. Di sisi lain, kita juga harus menaruh hormat (respek) kepada Polri, TNI, dan semua institusi.
"Belajar dari pelaksanaan pilkada serentak, tentu aparat Polri harus mampu menjaga hubungan baik dengan semua pihak.Hentikan ujaran kebencian sebab setiap agama pasti mengajarkan kebaikan."
Siti memberi contoh pada Pilkada 2018 di 171. Tebukti daerah-daerah strategis lumbung justru bisa berlangsung damai dan itu bisa menjadi pemantik/starting point penciptaan pelaksanaan pemilu di 2019 yang kondusif.
"Ini yang kita sebut sebagai pembangunan prakondisi yang betul-betul menjadi midelitas kita dalam menjalani, menapaki tahapan-tahapan dari pemilu serentak 2019, yang di situ ada pemilu legislatif dan di sisi lain ada pemilu presiden," imbuh Siti.
Deklarasi
Seperti diketahui, informasi hoaks hingga ujaran kebencian mewarnai iklim politik Pemilu 2019. Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Indroos mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks dan memolitisasi SARA demi terwujudnya pemilu damai.
"Tinggal beberapa hari lagi dengan tagline yang sudah ditetapkan KPU, sesuai apa yang menjadi tagline bapak Kamtibmas Polda Metro Jaya, yaitu say no to hoax dan politisasi SARA demi pemilu yang berdaulat, negara kuat," kata Betty di Kantor Polda Metro Jaya, kemarin.
Pemilu 2019 akan menjadi sejarah untuk menentukan pemimpin negara dalam 5 tahun ke depan. Seluruh masyarakat diminta mendukung jalannya pemilu aman, damai, dan tenteram.
Di Sumatra Selatan, dukungan untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin semakin banyak. Di Sumatra Selatan, Sekretariat Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat Sumsel menggelar deklarasi damai dalam rangka menentang berita hoaks, isu SARA dan hate speech, kemarin.
Koordinator Setgab LSM Sumsel, Hendri, mengatakan ada puluhan LSM yang sudah bergabung untuk memenangkan paslon nomor urut 01. "Deklarasi damai untuk mendukung Jokowi-Amin, yang hadir cukup banyak hingga mencapai 600 orang yang terdiri dari 40 hingga 48 LSM." (P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved