Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kerja luar biasa yang dilakukan pemerintah selama hampir lima tahun terakhir selalu dipatahkan hoaks atau berita bohong dan fitnah yang sengaja dimunculkan terus-menerus.
“Pemerintah sudah bekerja luar biasa, tapi hanya dipatahkan dengan semburan berita yang tidak jelas, berita bohong, fitnah,” kata Moeldoko dalam Rapat Koordinasi Bidang Kehumasan dan Hukum Seluruh Indonesia di Jakarta, kemarin.
Moeldoko menambahkan, berita bohong yang disemburkan secara konsisten menciptakan sebuah kondisi post-truth yakni kondisi ketika kebenaran seolah menjadi tidak penting lagi sehingga akhirnya pembenaranlah yang dikedepankan.
Moeldoko juga menekankan, terdapat istilah ‘firehouse of falsehood’ yang dilakukan dengan terus memunculkan berita bohong untuk membangun rasa takut sehingga menciptakan kondisi ketidakpastian dan keragu-raguan.
“Karena ini disemburkan terus-menerus dan konsisten, maka sebagian besar kita kehilangan logika dan menyatakan itu benar. Ini sungguh berbahaya,” ujar dia.
Bila kondisi paradoks ini tidak dicermati dengan baik, imbuh Moeldoko, kerja seluruh humas pemerintah akan sia-sia.
“Teman-teman (kehumasan) bekerja siang malam menjadi tak ada maknanya. Presiden mendengar keluhan masyarakat tiap pagi, tapi dengan semburan berita bohong bertubi-tubi, musnah dan hilang,” jelas dia.
Moeldoko menekankan harus ada sinergi antara fungsi kehumasan dan biro hukum untuk mengimbangi arus informasi yang disertai berita bohong atau tanpa fakta.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, selama Januari 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendeteksi lebih dari 70 hoaks. Jumlah itu mengalahkan angka total hoaks selama 2018.
Adapun Jumlah berita bohong selama 2018 hanya 60-an.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto menilai hoaks terhadap pemerintahan merupakan bentuk ketidakmampuan pihak lain untuk bersaing sehat dalam Pilpres 2019.
“Berita yang tidak berdasarkan data valid merupakan bentuk ketidakmampuan mengakui keberhasilan,” kata Sidarto pada Seminar Menangkal Berita Bohong dan Hoaks Jelang Pilpres 2019, di Padang, Sumbar, Minggu (10/2). (Faj/Bay/Ant/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved