Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ulama Kecam Semburan Hoaks

Rudy Polycarpus
08/2/2019 09:00
Ulama Kecam Semburan Hoaks
SILATURAHIM DENGAN KIAI DAN HABIB: Presiden Joko Widodo (tengah) berfoto bersama di halaman depan Istana Merdeka dengan para kiai dan habib se-Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi dalam Silaturahim di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Dalam kesempatan tersebut(MI/RAMDAN)

PRESIDEN Joko Widodo bersilaturahim dengan para kiai dan habib se-Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) di Istana Negara Jakarta, kemarin. Presiden Jokowi dalam kesempatan itu didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

Ratusan kiai dan habib yang diwakili Ketua MUI DKI Jakarta KH Zulfa Mustafa menyampaikan terima kasih telah diundang untuk bersilaturahim di Istana Negara. "Kami juga sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden dalam menjaga NKRI untuk tidak punah," ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah di bawah Presiden Jokowi yang berupaya membangun Indonesia secara merata dari Sabang sampai Merauke.

Menurut dia, kinerja pemerintah di bawah duet kepemimpinan Jokowi-Kalla sudah relatif baik. Selama empat tahun memerintah, Jokowi-Kalla telah melakukan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan rakyat.

Tidak hanya itu, persoalan penyebaran hoaks menjelang Pemilu 2019 menjadi salah satu yang dibahas dalam silaturahim antara Presiden Jokowi dan para ulama.

Zulfa mengaku prihatin dengan maraknya penyebaran hoaks yang berpotensi merusak persatuan bangsa. Ulama, tegasnya, mendukung penegak hukum bersikap tegas kepada penyebar hoaks. "Kami juga sampaikan keprihatinan bahwa saat ini kita sama-sama melihat merebaknya berita fitnah dan hoaks yang kalau tidak sama-sama kita tangkap bisa memicu perpecahan dan saling membenci sesama bangsa," tuturnya.

Zulfa juga mendoakan Presiden agar diberikan kemudahan untuk melanjutkan perjuangan menjaga NKRI melanjutkan pembangunan Indonesia. "Kami akan dukung 100% bersama ulama untuk menjaga NKRI dan menangkal fitnah dan hoaks. Insya Allah bersama ulama, perjuangan Presiden akan lebih mudah," ujarnya.

Gejolak sosial

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan fenomena penyebaran hoaks kini menjadi gejala global, seperti di Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Eropa dan Timur Tengah. Namun, khusus di Indonesia, jelas Kepala Negara, hoaks menjadi masif lantara banyaknya kontestasi politik, mulai pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur, hingga pemilihan presiden.

"PM Malaysia sampaikan kepada saya hal yang sama, Sultan Brunei, presiden hingga PM eropa dan para emir, raja di Timur Tengah juga. Memang negara kita ini terlalu banyak peristiwa politik. Pemilihan bupati, wali kota, gubernur sampai presiden. Tak ada di dunia ini sebanyak Indonesia peristiwa politiknya," ujar mantan Wali Kota Solo itu sembari meluruskan fitnah yang ditujukan kepadanya, mulai dari antiulama, proasing, hingga anggota Partai Komunis Indonesia.

Menurutnya, bila masyarakat sudah memiliki kematangan dan kedewasaan dalam berpolitik, berita fitnah serta hoaks tidak akan menjadi masalah. Namun, kata Jokowi, masyarakat saat ini sedang menuju kedewasaan dalam berpolitik.

"Saya kira bentengnya itu bukan dilarang atau diblok karena malah makin viral. Yang terpenting bagaimana kita membentengi pribadi dengan budi pekerti yang baik, karakter Islam yang baik, keindonesiaan," pungkasnya. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya