Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden nomor urut 2 menyebut kebocoran anggaran mencapai 25%. Hal itu dikatakannya saat berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2).
Wakil Ketua TKN Jokowi-Amin, Kadir Karding, Jumat (8/2), menyebut pernyataan Prabowo soal kebocaran anggaran itu lebih layak disebut ocehan politik ketimbang pidato politik.
"Alasannya karena ocehan itu ibarat barang sudah menjadi barang bekas karena pernah disampaikan pada Pilpres 2014. Konyolnya Prabowo tidak pernah sekalipun menjabarkan bukti apalagi melakukan pelaporan hukum," kecam Kadir
Sikap Prabowo yang lebih doyan menuding tanpa bukti, imbuhnya, menunjukkan karakter politiknya yang doyan mencari sensasi ketimbang substansi.
"Wacana kebocoran anggaran ia ucapkan bukan untuk memperbaiki keadaan bangsa tapi lebih pada upaya untuk menyudutkan dan menjatuhkan lawan politiknya," ujarnya
Baca juga: Jokowi Minta Prabowo Lapor ke KPK soal Kebocoran Anggaran
"Publik, saya rasa sudah cukup cerdas untuk membedakan mana ucapan yang substansi atau ocehan yang sekadar menyasar sensasi. Sehingga upaya Prabowo mendapat insentif elektoral dari gaya politiknya itu akan berujung pada kesia-siaan," imbuhnya.
Menurut Kadir, APBN selama ini dikelola secara kredibel dan profesional. Setiap tahun, BPK juga melakukan audit.
"Dua tahun terakhir, yaitu 2016 dan 2017, BPK memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Bukti bahwa Prabowo bukan cuma gagal mencari kejelekan pemerintah tapi justru asik menjelek-jelekan pemerintah."
"Pak Prabowo sebaiknya menjadi orang yang bertanggung jawab dengan membuka data kebocoran yang beliau tudingkan itu dan sekaligus melaporkan kebocoran tersebut ke penegak hukum seperti KPK TKN akan ikut mendorong dan.mendukung.laporan Pak Prabowo tersebut," pungkasnya. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved