Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jokowi-Amin Unggul di Kantong Suara Muslim dan Non-muslim

Antara
07/2/2019 20:25
Jokowi-Amin Unggul di Kantong Suara Muslim dan Non-muslim
(Dok KPU)

HASIL survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di kantong suara muslim dan non-muslim pada Pemilihan Umum Presiden 2019.

"Keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf terhadap Prabowo-Sandi didasari oleh keunggulan pada kantong-kantong pemilih penting. Kantong pertama yang penting adalah kantong pemilih muslim. Pemilih muslim adalah pemilih mayoritas dengan populasi kurang lebih 85%," kata peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, saat memaparkan hasil surveinya, di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/2).

Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa Jokowi-Amin masih unggul di pemilih muslim dengan dukungan sebesar 49,5%. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 35,4%, dan sekitar 15,1% pemilih muslim yang masih belum menentukan pilihan.

Namun, meski unggul, kata Adjie, Jokowi-Amin hanya unggul dengan selisih di bawah 15% di kantong pemilih muslim.

Menurut dia, di kantong pemilih muslim ini dukungan terhadap Jokowi-Amin pada Januari 2019 cenderung menurun jika dibandingkan dengan survei pada Agustus 2018.

"Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di kantong pemilih muslim mencapai 52,7%. Survei terkini di akhir Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di kantong pemilih muslim sebesar 49,5%," ujarnya lagi.     

Pada sisi lain, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di kantong pemilih muslim cenderung meningkat jika dibandingkan data dalam 5 bulan terakhir.     

Pada Agustus 2018, dukungan Prabowo-Sandi di pemilih muslim hanya sebesar 27,9%. Saat ini dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih muslim sebesar 35,4%.  


Baca juga: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Unggul 23,8%


Meskipun dukungan terhadap Jokowi-Amin cenderung menurun, dan dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung naik, secara total Jokowi-Amin masih unggul di atas dua digit dari Prabowo-Sandi di kantong pemilih muslim.

Populasi pemilih minoritas (non-muslim) kurang lebih 15%. Dalam pertarungan yang ketat, populasi 15% sangat penting dan menentukan.

Survei LSI Denny JA Januari 2019 menunjukkan bahwa sementara ini Jokowi-Amin masih unggul di kantong pemilih minoritas.     

"Dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf pada segmen pemilih minoritas mencapai 86,5% dan dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 4,7%. Hanya tersisa 8,8% pemilih minoritas yang belum menentukan pilihan. Di kantong pemilih yang kedua ini, Jokowi-Ma'ruf unggul mutlak dari Prabowo-Sandi," ujar Adjie.     

Ia menjelaskan, di kantong pemilih minoritas ini dukungan terhadap pasangan Jokowi-Amin justru melonjak tajam sejak September 2018. Dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di pemilih minoritas rata-rata di atas 80%.
 
Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Amin hanya sebesar 47,5%. Meski saat itu tetap unggul dari pasangan Prabowo-Sandi di pemilih minoritas, namun keunggulannya hanya di bawah 5%.

Menurut dia, salah satu alasan saat itu yang menyebabkan dukungan terhadap Jokowi-Amin terbelah di pemilih minoritas, karena pilihan KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

"Ada efek kejut dari terpilih KH Ma'ruf Amin di pemilih minoritas karena sang kiai dianggap bagian dari kelompok yang menjatuhkan Ahok yang diduga menista agama. Namun pada September 2018, dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf di pemilih minoritas melonjak tajam dengan dukungan sebesar 81,1%," katanya pula.     

Selain karena kemampuan Jokowi-Amin meyakinkan pemilih minoritas, dukungan PA 212 kepada pasangan Prabowo-Sandi menjadi "trade off" bagi pemilih minoritas untuk mendukung Jokowi-Amin.

Saat ini di Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi-Amin di pemilih minoritas sebesar 86,5%. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih minoritas hanya tersisa di bawah 5% (4,7%).

"Dukungan terhadap Prabowo-Sandi menurun drastis sejak dukungan PA 212 kepada pasangan ini," ujarnya.  

Survei dilakukan pada 18 Januari sampai dengan 25 Januari 2019, dengan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8%.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya