Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin membeberkan kesuksesan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait dengan label halal. Potensi MUI sebagai kiblat label halal internasional harus dioptimalkan.
"Makanya visi dan misi pasangan calon nomor urut 01 itu menstimulasi industri halal, baik itu kepentingan dalam negeri atau otoritas MUI," kata Ma'ruf di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
MUI, terang Ma'ruf, sudah membuat cetak biru sistem industri halal. Pemerintah bisa mengimplementasikan itu untuk pengembangan kawasan.
Ma'ruf optimistis skema tersebut tercapai karena platformnya jelas. MUI telah 20 tahun memperjuangkan label halal hingga dunia meng-akui. "Dari mulai sertifikasi halal, halal tadinya dianggap sebagai hal yang sukarela, sekarang masuk kepada kewajiban," ujar dia.
Ia pernah meresmikan sertifikat halal di Taiwan. Ada juga rumah sakit yang menjadi rumah sakit halal dengan pengembangan bertahap. Fasilitas kesehatan pun ramah kepada umat Islam.
Menurut dia, Indonesia memiliki lebih dari sepuluh rumah sakit halal. Langkah itu akan dikembangkan hingga level nasional.
"Makanya kata orang DPR itu bi-lang MUI itu luar biasa, tidak hanya menancapkan halal di Korea, tapi juga menancapkan Merah Putih di Korea," ujar dia.
Menang terpuji
Ketua Umum nonaktif MUI itu kemudian mengajak para pendukungnya memenangi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dengan cara terpuji dan tetap menjaga keutuhan bangsa.
"Tugas Anda bagaimana me-ngawal agar cara terpuji menjadi bagian memenangi pilpres dalam sistem ketatanegaraan memilih pemimpin di Indonesia," kata Ma'ruf seusai menerima dukungan Gerakan Alumni ITB dan UPN Veteran di kediamannya di Jalan Situbondo, Jakarta.
Jokowi-Amin, lanjut dia, ingin memenangi Pilpres 2019 tanpa harus merusak keutuhan bangsa karena kontestasi hanya lima tahun sekali, sementara keutuhan bangsa bersifat selamanya.
Menurut dia, jangan karena kepentingan lima tahun sekali itu, masyarakat mengorbankan keutuh-an bangsa dan stabilitas negara sehingga persaudaraan menjadi rusak. "Itu prinsip-prinsip yang kami pegang, mari kita lakukan agar Jokowi-Amin menang," ujarnya.
Ma'ruf menyatakan ingin membangun bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia. Kalau itu diabaikan, bangsa Indonesia di ambang kehancuran.
"Agama dan negara membuat aturan serta pranata agar kita selamat dalam arti sejahtera dan tidak terjadi konflik di antara anak bangsa," tuturnya.
Dia mendorong agar para pendukungnya menggunakan cara-cara terpuji memenangi Pilpres 2019. Ma'ruf mengatakan ada dua cara untuk memenangkan Jokowi-Amin.
Pertama melalui ide dan gagasan yang dibangun serta disebarkan melalui media massa dan media sosial. Kedua dengan turun langsung ke masyarakat atau istilahnya door to door dan man to man marking.
Ia tidak ambil pusing terkait dengan beberapa hasil survei yang menyebut bahwa pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga terus mengejar dalam elektabilitas. Menurut dia, banyak lembaga survei yang menyebutkan ia dan Jokowi unggul jauh.
"Enggak masalah, kan banyak lembaga survei yang dua digit (selisihnya). Yang penting fighting spirit, terus maju. Itu (survei) kan biasa," ujar Ma'ruf.
Ma'ruf lebih memilih penguatan dukungan dari berbagai elemen daripada merisaukan survei. "Walaupun kita dianggap terbesar, jangan merasa puas. Kalau dianggap kurang, juga jangan pesimistis. Kerja terus," cetus dia. (Mal/Ant/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved