Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA kerusuhan Mei 1998 erat kaitannya dengan kampus Trisakti. Memasuki 21 tahun tumbangnya rezim Orde Baru, menegakkan reformasi harus terus diperjuangkan.
Berangkat dari semangat memelihara dan menjamin nilai-nilai reformasi yang diperjuangkan para pahlawan Reformasi, beberapa alumni Trisakti mendatangi Rumah Cemara, menyampaikan dukungan untuk paslon nomor urut 01.
Mewakili TKN, Meutya Hafid dalam sambutannya, mengungkapkan rasa gembira dan menyampaikan terima kasih atas penyataaan dukungan dari alumni Kampus Reformasi itu. Dia berharap pernyataan sikap itu menjadi penyemangat sekaligus dapat merebut undecided voter.
Rombongan alumni Trisakti yang dipimpin ketuanya Muhanto Hatta dan didampingi jajaran pengurus itu mengemukakan bahwa mereka berkomitmen memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Jakarta dan sekitarnya.
Baca juga: TKLN Jokowi-Amin Optimistis Raih 60% di Saudi Pada Pemilu 2019
"Pada 9 Februari nanti, di Basket Hall GBK, sekitar 3.000 sampai 5.000 alumni Trisakti akan mendeklarasikan dukungan kami pada Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin secara resmi," kata Acok, panggilan akrab ketua Alumni Trisakti Pendukung Jokowi (ATPJ) di media center posko paslon 01.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen ATJP Sarah menjelaskan bahwa mereka mengusung jargon, "Ayo Bangkit, Bergerak, BerSATU Untuk Indonesia Maju!".
"Kami akan mengadakan serangan darat untuk kepentingan masyarakat seperti memberikan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, dan membedah masjid di perkampungan. Alumni kamì juga akan membangunkan semangat usahà milenial, memberikan workshop," jelas Sarah
Lebih lanjut, Sekjen ATJP menambahkan gerakan yang akan mereka lakukan adalah untuk menyadari pengalaman buruk praktik kampanye hitam yang menimpa masyarakat ibu kota pada Pilkada DKI 2017 lalu.
"Praktek kampanye DKI yang menjadikan isu SARA telah membuat banyak warga terpecah belah. Untuk itu, kami akan memberi tauladan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi saling bermusuhan. Kami juga akan berusaha untuk menetralisir pikiran-pikiran penduduk Jakarta yang terlanjur teracuni cara kampanye gubernur-wakil gubernur lalu," tambah Sarah. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved