Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jokowi Matang dalam Berpolitik

Haryanto
04/2/2019 09:45
Jokowi Matang dalam Berpolitik
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MESKIi pernah dipojokkan, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo me-ngaku merasa beruntung dan memuji aktivis Ratna Sarumpaet karena sudah berani jujur.

"Saya acung jempol kepada Mbak Ratna Sarumpaet," kata Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Deklarasi Dukungan Koalisi Alumni Diponegoro di Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), di Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Jokowi mengaku kenal sudah lama dengan Ratna Sarumpaet yang disebutnya berani dan jujur. Ketika dulu muncul kabar kontroversi tentang dirinya yang dianiaya, Ratna pada akhirnya mengaku jujur.

"Saya kenal Mbak Ratna lama. Beliau berani dan jujur waktu terakhir ramai beliau ngomong apa adanya," katanya.

Pada kesempatan itu, Jokowi berpidato di hadapan pendukungnya yang hadir dan membahas penyebaran hoaks dan berita bohong yang tak henti-hentinya.

"Ada lagi katanya dianiaya, katanya dianiaya mukanya babak belur lalu konferensi pers menuduh kita, untungnya Mbak Ratna Sarumpaet itu jujur," kata Jokowi lagi.

Ia mengapresiasi Ratna atas kejujurannya, tetapi merasa tidak habis pikir dengan orang-orang yang menyebarkan bahwa kasus itu sebagai kasus penganiayaan.

"Mbak Ratna ngomong apa adanya, tapi yang enggak bener yang ngomong digebukin, dianiaya, itu enggak bener. Maunya apa sih? Maunya menuduh kita, kriminalisasi," katanya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKI) Jokowi - Ma'ruf Amim, Abdul Kadir Karding, menilai pujian Jokowi kepada Ratna menunjukkan kematangan politik dia sebagai pemimpin dan pribadi.

"Jokowi bisa membedakan mana yang jadi urusan politik dan urusan persahabatan. Intinya beliau mengatakan Ratna tidak terlalu bersalah dalam kasus tersebut, tetapi mereka yang menyebarkan hoaks itu yang membuat kasus ini semakin menjadi-jadi," ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.

Usut tuntas
Ia menyatakan, dalam kasus hoaks yang dilakukan Ratna, Jokowi ialah korban sebenarnya. Ia tidak hanya dipojokkan, difitnah, dituding sebagai pihak yang bukan saja mesti bertanggung jawab atas isu penganiayaan yang dialami Ratna, tetapi juga diopinikan sebagai orang yang menganiaya Ratna.

"Namun, pujiaan Pak Jokowi kepada Ratna menunjukkan kebesaran hatinya," tambahnya.

Menurut Karding, sebagai pemimpin dan pribadi, Jokowi masih bisa melihat sisi positif se-seorang, termasuk Ratna Sarumpaet, orang yang paling berpe-ran dalam mendiskreditkan dirinya.

"Saya kira pujian Pak Jokowi kepada Ratna semakin mendewasakan masyarakat dan kehidupan politik kita. Bahwa kontestasi politik tidak mesti diwarnai kebencian, caci maki, apalagi memutus persahabatan," pungkasnya.

Sementara itu, pakar hukum pidana Romli Atmasasmita Romli mengatakan penegak hukum harus mengusut tuntas kasus Ratna karena dia tidak mungkin sendiri.

Terlebih penyebaran informasi hoaks soal Ratna sempat menggiring opini bahwa aparat yang melakukan tindak kekerasan.

"Harus (diusut tuntas) karena tidak mungkin sendiri, waktu dia ngomong di berita, kan banyak yang bela bahwa itu dipukuli. Bahkan seolah-olah digebukin aparat," katanya seperti dikutip Antara. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya