Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sebagian Besar Mahasiswa Tak Mampu Bedakan Hoaks

Insi Nantika Jelita
01/2/2019 20:54
Sebagian Besar Mahasiswa Tak Mampu Bedakan Hoaks
(Ilustrasi)

SEBAGIAN besar mahasiswa Indonesia tidak bisa membedakan informasi yang berisi hoaks dengan informasi yang valid.

Peneliti Founding Fathers House (FHH), Dian Permata mengatakan. sebagian besar mahasiswa yang berdomisili di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat menyerap informasi secara mentah-mentah sehingga tidak bisa membedakan mana info hoaks dan benar.

"Mereka enggak punya waktu untuk membaca benar-benar informasi yang didapati dalam media sosial. Mereka langsung membagikan jika mendapat info atau berita. Dari ketiga provinsi yang kami teliti ternyata, sebesar 69% mahasiswa di DKI tidak mampu membedakan mana informasi hoaks dan benar, diikuti Banten dan Jawa Barat," ujar Dian di, Jakarta, Jumat (1/2).

Di Banten sebanyak 50% mahasiswa di Banten tidak bisa membedakan hoaks. Di Jawa Barat sebanyak 19% mahasiswa mengaku tidak mampu membedakan hoaks.

"Mayoritas mereka sadar kalau mereka tidak mampu membedakan hoaks,"ujarnya.

Baca juga : Lambe Hoaks Cara Segar Lawan Hoaks

Lebih lanjut Dian menyebut dengan adanya hasil penelitian tersebut bisa menjadi cambukan mahasiswa atau generasi milenial untuk tidak termakan informasi secara mentah.

Koresponden yang diteliti sebesar 300 mahasiswa yang tersebar di 3 provinsi. Meski hanya sebagian kecil, menurutnya penelitian tersebut bisa dijadikan data awal yang mempresentasikan wajah dari mahasiswa.

"Fokus kami dari awal beranggapan mahasiswa itu update dengan media sosial. Tapi kalau sebagian besar dari mereka tidak mampu membedakan mana berita hoaks dan benar, bagaiamana dari kalangan lain. Isu ancaman pemilu yang paling dianggap besar oleh mereka yaitu Politik uang dan SARA," ujar Dian

Banyaknya mahasiswa yang tidak bisa membedakan hoaks disebabkan kurang mumpuni dalam memiliki pengetahuan serta proses nalar yang memadai dalam menggunakan teknologi di media sosial mereka

Masalah lainnya, kata Dian, karena tren penyebaran informasi digunakan untuk ajang aktualisasi diri, menyebarkan informasi tanpa verifikasi, dan dianggap paling update untuk segala informasi. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik