Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Penambahan Usia Pensiun Dinilai Positif

Putri Rosmalia Octaviyani
31/1/2019 10:30
Penambahan Usia Pensiun Dinilai Positif
(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

KETUA DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyambut baik rencana pemerintah untuk menaikkan usia pensiun anggota TNI dari semula 53 tahun menjadi 58 tahun.

Pasalnya, usia 58 tahun masih dianggap sebagai usia yang masih produktif dan bisa mengabdi kepada negara. "Sebetulnya kalau kita mengkaji dari sisi usia yang tadi disampaikan, itu masih usia yang sangat produktif," katanya di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan peningkatan usia pensiun itu juga merupakan bagian dari wujud investasi sumber daya manusia yang dimanfaatkan secara maksimal.

"Jadi memang sayang sekali investasi terhadap sumber daya manusia yang bagus dan baik, baik di TNI maupun Polri, itu dibatasi saat justru pada puncaknya dia sedang produktif," jelasnya.

Meksi demikian, Bamsoet menyerahkan keputusan akhir rencana tersebut kepada pemerintah.

Ia berharap pemerintah melakukan kajian terlebih dahulu sebelum rencana ini diterapkan. "Barangkali nanti perlu ada kajian lagi tentang tingkat produktivitas manusia Indonesia pada umur berapa dia mulai decline," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menginisiasi revisi Undang-Undang Nomor 34/2004 tentang TNI terutama mengenai pasal masa pensiun personel TNI bintara dan tamtama.

Presiden Jokowi mengatakan telah memerintahkan Menkum dan HAM serta Panglima TNI untuk merevisi masa pensiun tamtama dan bintara, dari yang berlaku sekarang 53 tahun menjadi 58 tahun.

Nantinya perubahan itu harus dilakukan dengan perubahan undang-undang yang prosesnya harus melibatkan DPR.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelumnya menilai prajurit TNI masih banyak yang segar dan produktif di usia 53 tahun.

Ia menganggap para prajurit yang ditambah batas usia pensiunnya ini masih sangat diperlukan dan mendapat tempat di TNI.

"Bahkan pada usia tersebut prajurit semakin dewasa dan semakin menguasai bidang yang ditekuni. Bisa kita gunakan untuk kegiatan lain, seperti di staf. Contoh di AL, semakin dewasa, semakin paham permasalahan mesin di kapal. Bagaimana sistem radar. Di AU sistem engine semakin paham dan matang. Ini yang kami harap tetap dinas di TNI," katanya. (Pro/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya