Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Simbiosis Mutualisme TNI dan Rakyat Wajib Diimplementasikan

Golda Eksa
30/1/2019 17:53
Simbiosis Mutualisme TNI dan Rakyat Wajib Diimplementasikan
((Dok.Kabidpenum Puspen TNI))

SELURUH prajurit TNI diingatkan untuk terus menguatkan fungsi teritorial, khususnya dalam menerjemahkan kemanunggalan agar menjadi sebuah program yang membumi.

Kemanunggalan TNI dan rakyat wajib diimplementasikan.

Hal itu ditegaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat membuka Rapat Pimpinan TNI 2019, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (30/1).

Kegiatan yang mengusung tema Dilandasi Profesionalisme, Loyalitas, dan Kemanunggalan dengan Rakyat, TNI Siap Melaksanakan Tugas Pokok, itu diikuti 277 peserta lintas matra.

Menurut dia, simbiosis mutualisme yang sempurna antara TNI dan rakyat perlu direalisasikan.

Kemanunggalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai jargon, namun penting untuk dimaknai bahwa militer selalu bersama rakyat.

Salah satu langkah yang ditempuh, sambung dia, ialah memaksimalkan peran bintara pembina desa (Babinsa) yang tersebar di penjuru Tanah Air.

Baca juga : Menhan Undang 34 Atase Pertahanan Bahas Keamanan Kawasan

Babinsa pun harus mendapat pembekalan sesuai kondisi demografi masyarakat.

"Tugas kita untuk menyiapkan termasuk dalam hal kontra radikalisme, deradikalisasi, dan penanaman nilai kebangsaan. Saya bangga dengan Babinsa yang kreatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakatnya. Tugas kita untuk menyiapkan mereka," ujar Hadi.

Hadi mengemukakan, dengan rekontruksi profesionalisme dan reafirmasi loyalitas, serta reaktualisasi kemanunggalan TNI dan rakyat, maka militer tidak hanya siap melaksanakan tugas pokok namun juga mampu menuntaskan pelbagai tugas lainnya.

Di sisi lain, sambung Hadi, prajurit TNI juga harus siap menghadapi dan mengantisipasi fenomena global maupun disrupsi di berbagai bidang yang terjadi saat ini.

“Ancaman itu dapat muncul tiba-tiba dan bertubi-tubi, mencuat secara eskalatif sampai pada level nasional bahkan menarik perhatian global, dan bercampur dengan fenomena ancaman lain.

Fenomena VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) adalah gambaran yang paling tepat tentang kondisi saat ini."

Mantan Kepala Staf TNI AU, itu menegaskan TNI merupakan alat negara yang memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, termasuk menghadapi segala ancaman yang berasal dari dalam dan luar.

Sebagai garda terdepan pertahanan negara, TNI juga wajib menjunjung profesionalisme, loyalitas tegak lurus, dan sinkronisasi energi bersama rakyat.

“Manfaatkan forum Rapim TNI ini untuk menguatkan jalinan komunikasi yang harmonis guna menyamakan persepsi dan memantapkan soliditas serta profesionalitas TNI, sehingga kita akan lebih optimal lagi dalam mendukung efektivitas pencapaian tugas pokok TNI," pungkasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya