Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum DPP Sedulur Jokowi, Prof Dr Paiman Raharjo MM MSi, mengajak masyarakat Indonesia, terutama warga keturunan untuk tidak khawatir terhadap jalannya Pemilihan Umum 2019, baik pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pilpres). Sebab, menurutnya, Pemilu 2019 akan berjalan aman dan damai.
Karena itu, ia juga berharap tidak ada warga keturunan (Arab, India, Tiongkok, dan lainnya) yang meninggalkan Tanah Air dengan alasan khawatir akan kondisi keamanan negara. Ia yakin semua akan berjalan baik-baik saja, terlebih Kapolri akan menindak tegas pengacau Pemilu 2019 untuk menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar serius dalam pengamanan pesta demokrasi nanti.
Munculnya isu kerusuhan yang akan mewarnai pelaksanaan Pilpres 2019, baginya, merupakan kabar bohong atau hoaks. Dan masyarakat yang cerdas tidak akan mudah terpengaruh dengan isu-isu tersebut.
Kepada masyarakat, terutama warga keturunan, Paiman mengingatkan agar tidak pergi ke luar negeri menjelang atau saat pelaksanaan pemilu akibat ketakutan yang berlebihan akan ancaman kerusuhan. Suara masyarakat keturunan juga sangat menentukan nasib bangsa Indonesia dan memiliki suara yang menentukan, sehingga tidak seharusnya pergi ke luar negeri, apalagi golput.
Masyarakat keturunan harus optimistis Pemilu 2019 damai tanpa kerusuhan, mengingat berbagai persiapan menuju pelaksanaan pemilu telah dipersiapkan sebaik mungkin dan Tuhan pasti akan melindungi bangsa Indonesia.
Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak termakan isu SARA dan hoaks serta jangan pernah mencapai kekuasaan dengan cara berbohong atau membuat kebohongan.
Dalam pandangannya situasi perpolitikan saat ini sebenarnya biasa-biasa saja, tetapi yang perlu diwaspadai adalah hoaks dan radikalisme yang bisa memancing situasi menjadi memanas.
Oleh karena itu, lanjut Paiman, media memiliki peran untuk bisa mengendalikan pemberitaan, apakah pantas ditayangkan atau tidak. Yang kedua peran dari masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan hoaks dan kampanye hitam.
"Kalau mengenai perbedaan pilihan silakan, yang jelas kita perlu menghormati seorang presiden yang merupakan lambang negara," ujar Paiman di Kantor DPP Sedulur Jokowi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/1) sore.
Ia kenambahkan, perbedaan pilihan bukan berarti saling menghina apalagi meminta adanya pergantian presiden saat ini juga. Pilpres 2019 nanti yang akan menentukan apakah Jokowi akan terpilih kembali atau tidak. Imbauan ini penting dikeluarkan karena hoaks sudah merupakan suatu penyakit sebagai indikator perbuatan-perbuatan radikal ini yang akan bisa memicu keretakan dan persatuan bangsa.
"Mari kita lakukan gerakan antihoaks dan anti-ujaran kebencian supaya situasi dan kondisi di lingkungan kita, persatuan dan kesatuan kita tetap terjaga," imbau Paiman, yang juga Direktur Pascasarjana di Universitas Moestopo, Jakarta.
Sedulur Jokowi merupakan kelompok masyarakat pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, yang kini aktif melakukan sejumlah konsolidasi di seluruh provinsi di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatra. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved