Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam penampilan debat perdana, Kamis (17/1), memberi dua pesan kepada publik.
Pertama, pasangan yang diusung Koalisi Adil dan Makmur tersebut kompak karena saling berbagi peran secara tepat. Kedua, mereka menampilkan kebaruan gagasan.
Ketua Tim Debat pasangan Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengemukakan dalam diskusi bertajuk Debat Capres-Cawapres: Belum Klimaks atau Anti Klimaks, di Jakarta, Selasa (22/1).
“Kalau kami melakukan evaluasi, setidaknya kami apresiasi penampilan Pak Prabowo dan Pak Sandi yang mampu membawa dua pesan pada publik dan itu kita dapat umpan baliknya dari publik,” kata Sudirman.
Penampilan yang kompak antara Prabowo dan Sandiaga, kata Sudirman, terlihat dari berbagi peran yang proporisional pada saat menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan saat debat perdana.
“Artinya ada kepercayaan seorang Pak Prabowo pada wakilnya yang memang punya kapasitas untuk menjadi pemimpin. Lagi pula itu menunjukkan bahwa keduanya melekat pada visi misi yang sama, tata nilai yang sama, dan pengalaman yang mumpuni untuk berjalan bersama,” jelas Sudirman.
Bukan hanya itu, menurut Sudirman, pesan lain yang ditangkap publik adalah kebaruan gagasan yang disampaikan Prabowo saat dia menyinggung posisi presiden sebagai panglima tertinggi dalam penegakan hukum dengan istilah chief of law enforcement officer.
“Artinya, presiden memang harus memimpin penegakan hukum yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Ada tumpang tindih kebijakan, ada aturan yang ditabrak dalam mengangkat pejabat negara, dan banyak kasus hukum lain yang menjadi catatan. Ini saya rasa ditangkap publik sebagai gagasan baru dari Pak Prabowo yang patut diapresiasi,” jelas Sudirman.
Berita terkait : Prabowo Sebut Presiden Chief of Law Enforcement, TKN: Presiden tak Boleh Intervensi
Pada kesempatan yang sama pengamat komunikasi politik Hendri Satrio melihat baik Jokowi maupun Prabowo tidak tampil maksimal dalam debat perdana.
“Catatan untuk Pak Jokowi ya kok malah terlihat emosional dan terus terang tidak memperlihatkan kualitas beliau sebagai petahana yang harus memperkaya debat dengan data capaian, meskipun beliau tampak sangat menguasai panggung debat. Sama halnya Prabowo kurang memanfaatkan momentum ini dengan maksimal padahal harusnya beliau tampil lebih wow lagi karena bagaimana pun ini kita anggap sebagai tarung terakhir beliau kan, tapi ya itu tidak muncul juga,” papar Hendri.
Menurut dia baik Jokowi maupun Prabowo kelihatan sama-sama takut sehingga tampil tidak alamiah pada debat perdana. Ia berharap di debat berikutnya, keduanya bisa lebih santai dan menikmati jalannya debat sehingga debat menjadi menarik bagi publik. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved